Hari Minggu, rangkaian memori kembali mengganggu lamunan diri. Hasrat menjadi tergoda untuk mencoba sekali lagi apa yang dulu pernah dijalani. Maka kekang kemudian ditarik, menembus hamparan horizon dan menerjang angin, berkelana entah kemana.

Berbakal bahan bakar penuh dan hasrat dalam benak, maka segera saya memacu kuda besi menyisir aspal dan setelah sekian lama absen dari aktivitas berkelana ternyata kemampuan navigasi saya menjadi agak tumpul dan salah tikungan menyebabkan saya menuju tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya.

Rute yang semula saya rencanakan berubah dan membuat saya berkelana semakin jauh dan berada di tempat-tempat yang baru. Semarang – Ungaran – Bawen – Salatiga – Boyolali – Kartosuro – Bekonang – Sukoharjo – Wonogiri – Pracimantoro – Wonosari – Jogja – Sleman – Muntilan – Magelang – Ambarawa – Ungaran – Semarang merupakan rute yang tertempuh kali ini.

Entah berapa ratus kilometer aspal yang telah terlewati dalam nglayap kali ini, namun di beberapa tempat seperti Waduk Gajah Mungkur dan hamparan pegunungan selatan antara Pracimantoro ke Wonosari menyajikan pemandangan yang bagus sekali untuk dinikmati.

Kunjungan ke tempat Bude di Wonosari dan perjumpaan dengan koncolawas di benteng Vredeburg sembari menikmati menu jamur dalam acara pameran kuliner dapat mengusir lelah.
edan ..ternyata pagi pagi itu langsung bangun tanpa cuci muka ternyata mo berangkat hehehe~
hwi..gag ngejak2 ig..
kapan kluyuran maning???
naek apa itu mas? adoh tenan
yuk dhouz saiki jajal semarang-pati-suroboyo-klaten-jogja-semarang
wah bener tu perlu dicoba, dari suroboyo ke banyuwangi dulu baru klaten..