setahun lalu
sesudah saya berkunjung ke jogja
bertemu dengan angkringan untuk pertama kali
melihat kraton jogja untuk kali pertama
makan pecel di alun-alun kidul
setahun lalu
ketika saya terjaga karena bumi yang menggeliat
saat saya kemudian berjalan keluar dan merasakan lindu
ketika orang-orang yang lalu lalang didepan rumah
tidak merasakan tanah yang tidak sedang bercanda
setahun lalu
hal yang saya pikir hanya lindu di pesisir utara
ternyata adalah bencana besar di selatan sana
gempa yang meluluhlantakkan jogjakarta
dan terhambur lagilah airmata
tapi
karena gempa maka tergalang persaudaraan yang lebih erat
karena gempa maka tergugah jiwa-jiwa kemanusiaan
karena gempa jogja pula maka ada klaten ceria
teman yang sebelumnya hanya saling menyapa di dunia maya
teman yang mencetuskan ide kemanusiaan ![]()
teman dengan emosi yang menggelora ![]()
teman yang katanya rak nduwe udel ![]()
teman yang punya banyak buku dalam rak ![]()
teman yang kecil dan item coklatc
dan kemudian banyak hal dan cerita terjadi
teman-teman bertambah dan ada banyak kegiatan
jeng-jeng dan dolan-dolan menjadi agenda resmi
bahkan sampai saat ini
masih teringat bagaimana zamro misuh-misuh pada wisatawan bencana
masih teringat bagaimana dipto bercerita menyusuri daerah bencana
masih teringat bagaimana monik ngomong “bayem saunting wae 3000″
dan adi, kemana adi… saya waktu itu tidak banyak ngobrol sama adi
tapi
setahun sudah semuanya berlalu
masih banyak yang tidak berubah
masih banyak rumah yang luluh lantak
masih banyak tenda berdiri dengan murung
masih banyak senandung sepi dalam termenung
memikirkan hidup yang tak kunjung tersenyum
mari galang kembali kebersamaan
mari hidupkan lagi api kemanusiaan
mari bersama-sama berjalan lagi
meski terseok kaki kita ini
bongkar2 dan ini postingan saya terkait gempa setahun lalu :
http://wedhouz.net/2006/05/27/lindhu/
http://wedhouz.net/2006/05/30/kita-manusia/
http://wedhouz.net/2006/05/30/helpjogja/
http://wedhouz.net/2006/05/30/belum-makan-mengapa/
http://wedhouz.net/2006/06/02/emosi/
————
mari bersama-sama berjalan lagi
meski terseok kaki kita ini
————
air mata yang terurai
takkan sia-sia
peluh dan darah yang mengalir
takkan sia-sia
Jogja dan bencana
jutaan rahmat illahi tumpah ruah
tak terbendung
saya yakin itu!!
yah.
yg batas antara kaya dan miskin, susah dan menderita, tua dan muda pada awaktu itu adalah sempit
sori kang, saya sibuk sendiri waktu itu
hahaha,,, saiki bayem wis 500 meneh kok
kok elzan ra ditulis?
btw,,, berarti aku kenal kowe dan kalian2 semua wis setahun yo dhouz
“mari galang kembali kebersamaan
mari hidupkan lagi api kemanusiaan
mari bersama-sama berjalan lagi
meski terseok kaki kita ini”
——->setuju sama yang ini!!!
Salam simpati dari ria…
kembali ke pagi hari tepat 1 thn yg lalu, ria cm bs nangis di kamar kost.. di jakarta.. ;(
kenal ro aku rung setahun kang
waah..padahal tadinya baru sekali ke jogja
this town is lovable ya?
bencana memang membuat rasa kemanusiaan terasah, namun tak jarang ‘terlahir’ manusia2 biadab yang tega memakan rejeki korban…
salam kenal masnya..
tapi yang ini aq g setuju
“karena gempa maka tergalang persaudaraan yang lebih erat
karena gempa maka tergugah jiwa-jiwa kemanusiaan”
jangan cuma karena gempa baru ada rasa setiakawan donk
ora nduwe udel??? sik sik tak tilikane… aq nduwe udek kok..

wis setahun yo kang…
ketemu kang wedhouz yang memberikan link dari history browser operanya…sebagai obat lelah habis muter2..
isih ono ra???
jamput!! postingan opo iki??
wisata bencana meneh yuk..
niliki bekase Kacer.. dirimu ndisik ora melu pas hari-H to kan?
duh, jogja
iyah, gempa menyatukan persaudaraan. setuju banget. walau lama kenal di dunia maya, ternyata pada pasca gempalah saya bersua dengan zam, adhi, monik,yutie delele..
dibalik musibah ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik..
semangat!!
Bangkitkan Jogja untuk Indonesia
idem wae karo seng liyane
banyak kenangan di jogja buat saya