Aku itu dekat
Lebih dekat dari nadi lehermu
Aku itu nyata
Pada setiap tarikan nafasmu
Aku terjaga
Untuk melayani semua inginmu
Aku berkehendak
Karena bagiku semua adalah hak
Aku tidak memaksa
Karenanya aku memberimu pilihan
Aku tiada meminta
Karena aku pemilik segalanya
Lalu di hadapanku
Apa yang hendak engkau banggakan
kamu menggambarkan “AKU’nya kok jadi serem gitu sih?padahal menurutku “AKU” itu maha pengasih..cmiiw..:P
dua baris terakhir kok ga sinkron dengan baris2 yg sebelumnya?
tapi iya – aku juga merasa si aku itu gitu. hehe