
Mengisi Sabtu sore, saya menyaksikan film hasil unduhan malam sebelumnya yang berjudul Red Cliff. Setelah beberapa lama saya tidak menyaksikan film kolosal Mandarin, film ini cukup mengobati kerinduan saya atas film silat kolosal.
Red Cliff yang kalau dalam bahasa Indonesia berarti Tebing Merah bercerita tentang perang yang terjadi semasa Roman Tiga Kerajaan di Tiongkok kuno ketika berakhirnya dinasti Han dan awal dimulainya sejarah tiga kerajaan yang cukup populer karena sering dijadikan tema film-film silat Mandarin.
Seperti judulnya, film ini bercerita tentang perang di Tebing Merah antara para calon pendiri tiga kerajaan yaitu Cao-Cao, Liu Bei dan Sun Quan. Namun tokoh utama film ini ada pada jendral dari Sun Quan yang bernama Zhao Yu yang diperankan oleh Tony Leung yang terkenal di Indonesia dengan perannya sebagai Tio Bu Kie dalam serial silat Pedang Pembunuh Naga, Zhuge Liang yang diperankan oleh Takeshi Kaneshiro dan Cao-Cao.
Menurut informasi, film ini menelan dana sebesar 80 juta Dollar yang merupakan film Asia termahal dan dengan banyaknya jalinan cerita membuat durasi film menjadi 4 jam yang kemudian dijadikan 2 episode. Episode yang saya tonton adalah episode pertama, sedangkan episode kedua baru akan beredar pada awal tahun 2009.
Sebelum akrab dengan cerita Roman Tiga Kerajaan, saya pernah membaca buku mengenai strategi Cina kuno yang mengetengahkan tokoh-tokoh seperti Zhuge Liang dan Cao-Cao. Melihat film ini membuat ingatan saya akan buku strategi Cina kuno yang pernah saya baca muncul kembali di kepala. Jika dulu saya hanya membaca, kali ini bisa melihat gambaran aplikasinya melalui film.
Secara pribadi saya menganggap filmnya bagus dan layak untuk ditonton.
ono ora filem red cliff x, versi bokepe?
Tio bu kie yang To liong To itu bukan??
tenane mas?? apik??
ra ngapusi loh..
Cuma pertempuran Chi Bi saja menghabiskan 4 jam. Nah kalau seisi roman 3 Kerajaan?
…dulu kalau nggak salah ada sinema silatnya. Cuma saya namanya juga sinema jadul, ya biasa-biasa aja kesannya.
…lain dengan film ini. Setelah nonton part 1, saya kasih 7/10. Entah bisa kurang, tetap, atau nambah setelah nonton part 2 nanti.
bagi saya sih neh pelem lumayan. endingnya bnr2 bikin pnasaran.. kalo disini, tar desember udah dirilis yang pasrt 2 nya. temen saya bilang, neh pelem dibikin slama belasan taun ya? syutingnya emg baru, tp ngumpulin bahannya ituh yg lama…