Jaman sudah berkembang sedemikian rupa dengan segala perubahan yang menyertai perkembangannya. Sekolahpun berkembang menjadi semakin maju dan menantang bagi generasi-generasi terbaru yang akan berada di dalamnya untuk menuntut ilmu yang pada gilirannya nanti diharapkan dapat menjadi bekal hidup ketika beranjak dewasa.
Ketika jaman saya dahulu, masuk SD merupakan masa dimana kita belajar mengenal angka dan huruf, saat ini masuk SD sudah merupakan saat pamer kemampuan membaca dan menulis karena salah satu syarat menjadi siswa SD saat ini adalah kemampuan untuk membaca dan menulis.
Pada umumnya, mata pelajaran di sekolah di bagi menjadi dua golongan yaitu ilmu pasti dan ilmu sosial. Ilmu pasti mencakup matematika sebagai dasar pondasi perhitungan dan ilmu-ilmu lain seperti fisika, kimia dan biologi. Ilmu sosial juga mempunyai banyak varian seperti agama, ekonomi dan sastra.
Disini saya akan mencoba mereview kembali pelajaran matematika yang pernah kita terima di sekolah dahulu. Matematika dasar yang mengajarkan kita mengenai bagaimana angka dipergunakan dan berbagai cara menggunakannya. Ada empat cara dasar dalam memodifikasi angka dalam matematika, yaitu tambah, kurang, kali dan bagi.
Tambah menambah merupakan rumus matematika pertama yang kita pelajari ketika merasakan bangku sekolah dan merupakan rumusan paling terkenal diantara tiga rumusan matematika dasar yang lain. Hal ini dibuktikan dengan adanya lagu seperti satu ditambah satu sama dengan dua.
Dampak yang ditimbulkan dari begitu terkenalnya rumusan ini adalah banyaknya hal-hal yang kemudian ditambah-tambah. Contohnya di kalangan selebritis dan entertaiment adalah gosip yang kemudian diberi tambahan-tambahan supaya terdengar lebih heboh, di dalam berbagai proyek rumus ini juga dipakai seperti dana proyek yang kemudian di tambah-tambah alias mark up supaya memberikan sisa yang dapat dimakan sendiri.
Rumus pengurangan ini juga terkenal walaupun tidak setenar rumus penambahan. Rumus ini terkenal ketika terjadi bencana yang aplikasinya mencakup pengurangan jumlah bantuan dengan berbagai alasan seperti untuk operasional. Dikalangan wanita rumus ini juga digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan berat badan
Perkalian merupakan yang cukup netral karena tidak terlalu berimbas dalam kehidupan. Saya belum menemukan penggunaan rumus perkalian yang cukup signifikan dalam kehidupan. Salah satu yang saya tahu adalah penggunaan pantun empat kali empat sama dengan enam belas.
Yang terakhir adalah pembagian. Pembagian ini diakui oleh banyak pihak sebagai rumus paling rumit dan komplek yang melibatkan dua golongan ilmu pasti dan ilmu sosial sekaligus. Terbukti rumus pembagian merupakan rumus yang paling sulit untuk diterapkan dalam kehidupan karena selain berhubungan dengan nilai juga berhubungan dengan kerelaan dan keikhlasan.
Ketika mendapatkan sesuatu yang lebih, kadang ilmu berbagi hilang begitu saja entah kemana. Kalaupun ilmu bagi itu kemudian menyapa kita untuk memberi tahu bahwa selain tiga rumus matematika lainnya masih ada dia, kita kadang berhitung dengan nilai yang menurut kita belum sepadan utntuk dibagi dan ego kemudian membentengi diri dari rela dan ikhlas.
Mari kita membuka diri dan hati untuk kemudian rela dan ikhlas untuk berbagi