❊ karena tak kuat menahan hasrat, saya lalu…
  •   ☼  October 28th, 2006

seiring dengan hadirnya bulan ramadhan yang diakhiri dengan ritual lebaran, kita sebagai orang endonesya tentu sangat tahu adanya aktivitas mudik atau pulang kampung. semarang, kota tempat saya lahir, tumbuh dan tinggal, dari tahun ke tahun menjadi rute yang dilalui kendaraan-kendaraan bermotor dari arah barat menuju berbagai kota di jawa tengah atau jawa timur.

kendaraan-kendaraan yang umumnya ber-plat nomor b tersebut banyak saya temui melintasi kota semarang dengan berbagai barang bawaan, pernak-pernik aksesoris yang dibawa oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor seperti helm, kain penutup wajah, jaket, kaos tangan, sepatu, istri, anak dan cerita yang akan dibawa ke kampungnya masing-masing.

dari aktivitas melihat para pemudik tersebut, saya jadi tertarik dan kepingin merasakan sensasi yang sama dengan yang dirasakan oleh para pemudik yang menggunakan sepeda motor. dalam benak saya, saya berpikir kalau hal tersebut mungkin sangat menyenangkan dimana kita bisa berkendara bersama-sama dengan beberapa orang yang sudah kita kenal atau mungkin kita baru saja kenal karena alasan seperjalanan.

maka, hari ini saya lalu melaksanakan kepinginan saya tersebut walau tidak sejauh yang ditempuh oleh rekan-rekan pemudik tersebut. saya nglayap ke jogja. bukan jogja kota tepatnya, tapi wonosari gunung kidul a.k.a. tempat bude saya.

saya berusaha menikmati sensasi bermotor bareng-bareng dengan para penunggang kuda besi dari barat tersebut yang umumnya bergerak dengan kecepatan yang cukup tinggi dan banyak dari mereka yang mempunyai skill hampir setara dengan bang rossi :-P

saya berangkat dari rumah jam 10 pagi dan langsung menuju wonosari menggunakan rute semarang-ungaran-solotigo-boyolali-klaten-cawas-semin-wonosari. sesudah nyekar para leluhur, saya lalu pamit pulang dan mengambil rute wonosari-jogja-muntilan-magelang-ambarawa-ungaran-semarang. saya sempat mampir di jogja sebentar untuk ngangkring untuk menikmati es jeruk dan mendoan dan ditambah istirahat di ambarawa membawa saya sampai dirumah jam 10 malam.

kalau ditanya bagaimana rasanya. hmm, rasanya biasa saja. sama seperti aktivitas nglayap yang dulu sering saya lakukan. hanya saja tingkat kepadatan pengguna jalan yang lebih dari biasanya karena adanya aktivitas arus balik yang menyebabkan kita harus lebih hati-hati.

dari yang saya amati sepanjang perjalanan saya denga nrute tersebut di atas, kendaraan-kendaraan umumnya didominasi oleh plat b, plat ad, plat ab, plat k, plat f, plat d, plat e dan plat h.

4 Comments
chocoluv says :

nggaya™ :P

ben…
sing penting khan ora mak nyus™ :-P

bebek says :

kang….. aku dolan yogya kok malah mbok tinggal ngunu… aku kan arep njaluk tanda tanganmu…. kekekekeke….

neng endi?
bathuk opo kempol? :-P

mrs. rossi says :

wuah ono plat nomerku ora mas?

lha piro plat nomere
g 1 ta :-P

bagonk says :

hahaha… penak to…? :P

ho oh…
pinuk byanget




ishmael