Rasanya sudah lama sekali
Tidak lagi mengisi blog ini
Mari kita coba sekali lagi
Dan lihat hasilnya nanti
Rasanya sudah lama sekali
Tidak lagi mengisi blog ini
Mari kita coba sekali lagi
Dan lihat hasilnya nanti
Maukah engkau menyusuri jalan itu lagi
Walau hanya jalan setapak berlandaskan batu
Dan tiada terang karena selalu lengang
Dengan tumpukan daun yang gugur berserakan
Engkau tentu tahu tidak banyak yang tahu jalan itu
Hanya beberapa yang aku kehendaki atas mereka
Sebuah jalan di setiap tarikan dan hembusan nafasmu
Dan pada sunyinya rasa serta pikirmu atas fana
Engkau tahu aku ada
Semua petunjuk seharusnya sudah tidak banyak artinya
Yang engkau perlukan hanya karsa
Karena saat ini engkau yang memutuskan semuanya
Maka terangilah jalan itu
Dan datanglah engkau padaku
Beberapa hari ini sedang senang bermain Rubik. Sebuah kotak teka-teki dengan enam warna yang kemudian dibagi menjadi kotak yang lebih kecil berjumlah 9 tiap warna.
Sebenarnya saya sudah mengenal Rubik ketika masih kecil. Ketika itu kakak membawa pulang sebuah Rubik yang tidak pernah berhasil saya selesaikan bahkan sampai Rubik itu hilang karena sudah tidak pernah lagi dimainkan.
Beberapa waktu yang lalu, ketika sedang ke toko buku, saya menemukan kotak Rubik imitasi yang tidak terlalu bagus. Rubik tersebut kemudian mengingatkan kepada permainan yang tidak pernah terselesaikan. Maka atas alasan sentimentil saya membawanya pulang.
Tanpa membuang waktu, saya kemudian membuka Youtube dan mencari video tentang bagaimana menyelesaikan sebuah Rubik
. Dari langkah demi langkah yang diterangkan di Youtube tidak serta-merta membuat kotak Rubik yang diacak dapat kembali teratur.
Perlu beberapa hari sampai kemudian saya dapat sedikit mencerna alogaritma yang diterangkan di video Youtube tersebut dan kemudian menyusun Rubik tanpa melihat video lagi.
Walau masih grothal-grathul dalam bermain, setidaknya saya bisa merasakan sensasi menyelesaikan Rubik. Sebuah permainan yang dulu saya bahkan berpikir kalau tidak akan ada orang yang bisa menyelesaikannya.
Satu demi satu mereka pergi
Mereka yang masih balita ketika dijajah Belanda
Mereka yang pernah muda ketika aku masih balita
Mereka yang menjadi tua ketika aku beranjak dewasa
Mereka yang punya begitu banyak cerita tentang hidupnya
Dan mereka kemudian pergi
Sugeng kundur Pakdhe Rigo
Today I meet a friend, an old friend
Friend which we used to stare to each other
Sharing smile and some bad jokes
And still, my friend remain the same
Same posture, same height, same weight
Only the hair is different
Kinda shorter
And still
We smile to each other
With some jokes
And remember those time
When we used to share gaze
Dari obrolan bersama seorang teman maya yang bahkan saya belum pernah melihat batang hidungnya secara nyata, yang kemudian meminta saya untuk membuatkan sebuah themes, maka kemudian saya menyalakan kembali MAMP dan Coda yang selama ini hanya menyesaki folder Applications pada ruang harddisk.
Dengan beberapa petunjuk dan arahan, maka baris demi baris CSS kemudian terbentuk dari hasil imajinasi bentuk dan formasi atas seperti apa tampilan yang akan dibuat dan ditampilkan. Referensi dan contoh-contoh themes kemudian dilihat dan diunduh untuk kemudian dipelajari strukturnya.
Dan hasilnya… tidak ada… eh… belum ada…
Mungkin karena pengetahuan saya yang masih dangkal dalam dunia theme dan juga sudah lama tidak lagi ngutak-ngutik code CSS, maka daripada pusing tiada hasil, maka kemudian banting stir dengan mencoba mengasah kemampuan dulu dengan membuat themes ngawur ala Wedhouz.
Karena tidak punya dasar yang memadai, maka semua program disingkirkan dan memutuskan untuk menggunakan TextMate saja sebagai perangkat menulis kode CSS dan HTML serta untuk melihat secara real time hasil preview dari kode-kode yang kita tuliskan. Dan harus saya akui kalau TextMate adalah hal terhebat yang pernah terjadi di dunia CSS
Berangkat dengan modal nekat dan mencuri-curi waktu disela-sela jam kerja serta melihat referensi blog dengan design minimalis, maka terbentuklah theme yang sekarang ini saya pakai. Ini adalah theme pertama yang saya buat dari nol dengan pengetahuan koding yang seadanya, tanpa melakukan edit dari theme yang sudah jadi.
Maka jangan heran kalau CSS-nya awut-awutan dan masih banyak hal yang kurang seperti belum adanya search, category display, display archives dan kolom komentar yang jadi rusak karena ketika membuat dan melihat menggunakan MAMP, saya tidak menginstal plugins dari Matriphe.
Juga, kalau misalnya design-nya mirip dengan blog yang pernah ditemui di dunia maya, saya jujur mengatakan kalau theme ini menyerap banyak ide-ide dari blog-blog minimalis yang banyak beredar di luar sana.
Theme ini terlihat baik ketika dibuka menggunakan Firefox 3.6, Opera 10.10 dan juga SafariĀ 4.0.4 dan entah bagaimana hasilnya kalau dibuka menggunakan Internet Explorer karena rasanya sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu saya terakhir menggunakan Internet Explorer.
Buat my friend, sorry kalau theme pesenan ente not yet finish ![]()
Semoga setelah ini jadi lebih mudah karena setidaknya sudah menemukan alur kerja dan cara theme WordPress bekerja, well… walaupun belum sempurna…
As a friend of mine ever said
It’s just words and numbers

Coklat yang pernah diulas oleh Zamroni beberapa tahun yang lalu ini saya temukan di pasar swalayan Giant Puri Anjasmoro Semarang.
Jika dulu saya pikir harus pergi ke Jogja untuk menemukan dan menikmatinya, ternyata sudah ada di beberapa toko di Semarang.
Karena mengusung genre Dark Chocolate, maka rasa yang diketengahkan tidak semanis coklat-coklat kebanyakan yang beredar di pasaran.
Di jaman dimana uang sudah tidak lagi terbuat dari logam dan kertas, kita tentu saja sudah sangat sering berurusan dengan lembaga keuangan yang bernama bank dan segala produk yang diciptakannya. ATM merupakan produk bank yang sangat umum digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan dalam jumlah yang terbatas dan oleh karenanya banyak sekali aktifitas perbankan di dalam gedung bank seperti penarikan menjadi sangat jarang dilakukan kecuali untuk jumlah nominal uang yang besar.
Bank sekarang lebih sering melayani transaksi setoran tunai dan kliring sementara penarikan uang selalu disarankan atau sedikit dipaksakan untuk menggunakan ATM dengan diberlakukannya biaya penarikan apabila penarikan uang dengan nilai nominal yang sedikit dilakukan di teller.
Selain itu, customer service bank biasanya lebih banyak melayani nasabah yang mengurus kartu ATM-nya yang hilang, tertelan mesin ATM, membuat token untuk internet banking atau mengganti buku tabungan selain menawarkan produk perbankan lain milik bank yang bersangkutan.
Singkat cerita, saya hari ini berkunjung ke Bank Mandiri Pemuda Semarang karena ada sedikit urusan yang harus saya selesaikan bagian customer service sehubungan dengan produk Bank Mandiri yang saya gunakan. Hari ini adalah baru kali ke empat saya berkunjung ke customer service Bank Mandiri Pemuda Semarang selama saya mempunyai rekening tabungan Bank Mandiri Pemuda Semarang.
Empat kali kunjungan tersebut adalah angka yang menurut saya sudah sangat banyak dan melelahkan. Hal ini dikarenakan proses antrian dan pelayanan yang sangat lama sekali sementara jumlah customer service yang tersedia hanya 4 orang. Dari sejak datang dan mengambil nomer antrian sampai dipanggil untuk dilayani, saya harus menunggu paling tidak selama 1 jam.
Banyak nasabah-nasabah yang lain yang ikut mengantri yang kemudian mengeluhkan lamanya antrian dan banyak yang kemudian memutuskan untuk meninggalkan antrian dan melakukan aktifitas lain terlebih dahulu untuk lalu kembali lagi beberapa waktu kemudian. Dan anehnya, mereka yang meninggalkan antrian dan datang ketika nomer antriannya sudah terlewat tetap dilayani dengan mendahului yang sudah menunggu atau yang nomer antriannya belum terpanggil.
Secara umum pelayanan customer service Bank Mandiri Pemuda tidak ada masalah dan juga ramah, hanya saja menunggu antrian yang begitu lama sudah membuat saya sudah merasa males ketika kemudian dilayani.
Aku memilih
Untuk tidak memilih
Sebuah keputusan purba
Yang aku pilih sejak dulu kala