setelah beberapa hari pikiran ini dipaksa bekerja dan diperas dengan sangat keras untuk memikirkan, mengerjakan dan berusaha menyelesaikan pekerjaan yang seakan-akan tiada henti-hentinya bermasalah, pikiran ini sudah mulai bisa diajak sedikit kendo.
saya sudah mulai bisa gojèk lagi tanpa harus mikir kerjaan yang ini gimana, saya sudah bisa lagi serius tapi tetep guyon sembari berpikir kalau kerjaan yang itu sebenarnya belum klar 100 persen.
ibadah bulan ramadhanpun menjadi terlunta-lunta lantaran kurang disiplinnya diri ini mengatur waktu antara kapan harus mumet mikir kerjaan dan kapan harus berserah untuk beribadah.
saatnya menata kembali waktu yang berserakan itu untuk kemudian merangkainya menjadi alur yang dapat menuntun diri ini untuk semakin berserah dan ikhlas kepada yang maha esa di hari-hari terakhir di bulan ramadhan tahun 1927 hijriyah.
banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan dari semua tekanan ini, dan untuk itu saya berterima kasih sekali kepada semua pihak, baik yang diatas sana maupun yang ada bersama-sama dengan saya dibawah sini.