Minal minul ya…
Bulan Sya’ban sudah hampir berakhir…
Ramadhan pun akan segera hadir…
Dan ritual kemudian berulang kembali…
Menjadi religius walau setahun sekali…
Ada yang bertobat namun ada juga yang berobat
Namun itulah lika liku hidup di dunia ini
Semoga mendapatkan segala limpahan rahmat
Bersih hati bersih diri serta lahir kembali
Setelah semua yang aku berikan kepadamu
Mengapa engkau belum juga terjaga
Apa aku harus memukul kepalamu dengan batu
Supaya engkau sadar dengan semuanya
Aku tidak meminta sujud dan air matamu
Aku tidak butuh semua puja-puji darimu
Aku menunjukkan jalanmu pulang
Supaya engkau bisa kembali padaku
Terjagalah engkau dari lena
Karena fana itu tidak lama
Dan ketika aku bersabda
Maka selesai semuanya
Sudahkan kita persiapkan…
Pada akhir bulan Sya’ban…
Segenap hati dan pikiran…
Untuk jelang Ramadhan…
Tuhan…
Terima kasih untuk segalanya
Terima kasih untuk hamba yang masih di sini
Menanti hari berganti dan Ramadhan yang akan menjelang
Tuhan…
Hamba mohon pendampingan
Atas ibadah yang Engkau sudah wajibkan
Semoga Ramadhan ini menjadi rahmat untuk kami sekalian

Seminggu sesudah Lebaran atau pada tanggal 7 Syawal umumnya ada acara Lebaran Ketupat atau kalau orang Jawa umumnya menyebut Bodo Kopat.
Sebelum perayaan Lebaran Ketupat, pasar-pasar tradisional pada umumnya sudah mulai dipenuhi oleh pedagang janur dan selongsong ketupat untuk memeriahkan Lebaran Ketupat. Sepengetahuan saya, Lebaran 1 Syawal lebih identik dengan opor dan sambel goreng, sedangkan ketupat hadir pada tanggal 7 Syawal dan mungkin juga bisa dimakan dengan sisa masakan tanggal 1 Syawal kalau masih ada
.
Di beberapa daerah, aktivitas kerja dimulai setelah Lebaran Ketupat.
Bagaimana dengan anda? Adakah yang merayakannya juga?
Dengan segala kemeriahnnya setelah satu bulan menjalankan puasa, ada saatnya dimana lebaran menjadi saat yang kurang menyenangkan untuk saya. Hal ini terkait dengan pilihan makanan yang saya pilih beberapa tahun yang lalu.
Lebaran menjadi saat dimana semua orang bersuka cita dan sesuai dengan tradisi dan kebiasaan manusia dimanapun berada, suka cita dan kegembiraan identik dengan makanan yang enak dan nikmat dengan jumlah yang berlimpah. Dan celakanya makanan enak itu identik dengan daging
Saya tidak makan daging dan telur, dan memilih pilihan tersebut di hari lebaran berarti hampir tidak ada menu yang dapat dimakan. Di Semarang, hampir di semua tempat menyajikan masakan yang sama dan seragam yaitu opor ayam dan sambal goreng ati dengan ketupat atau nasi.
Alternatif masakan lain yang tidak mengandung daging hampir dipastikan mustahil untuk ditemui karena umumnya tiada orang atau keluarga yang masak sayur bayam atau oseng-oseng kangkung ketika lebaran
Warung-warung makan juga memutuskan untuk tutup karena yang jualan juga libur untuk merayakan lebaran bersama keluarga masing-masing. Hanya warteg yang saya temui masih buka selama lebaran dan sampai saat ini menjadi tempat saya berhajat untuk makan.
Saya menyukai pilihan makanan saya dan tiada bermasalah dengan segala keberlimpahan makanan di sekitar saya, hanya saja saya berharap kalau lebaran yang akan datang ada menu masakan yang dapat memenuhi pilihan makanan saya
21 23 25 27 dan 29 adalah tanggal ganjil pada minggu-minggu terakhir September 2008 yang juga merupakan hari ganjil pada sepertiga terakhir dari perjalanan puasa Ramadhan pada tahun ini.
Dan kata orang selalu ada yang istimewa dengan yang ganjil pada sepertiga yang ketiga.
Mari bersama-sama mencari suasana dan keadaan yang ganjil dan tidak biasa.
Dan semoga keberkahan kemudian terlimpahkan pada kita semuanya.