Hari ini tanggal 15 Oktober dideklarasikan sebagai hari kelahiran Loenpia.Net, sebuah kumpulan dari orang-orang yang punya kehidupan secara online dan kemudian menerbitkan jurnal pribadi atau yang sekarang populer dengan istilah blog. Karena beranggotakan para pemilik blog yang disebut dengan bloger, maka Loenpia.Net hadir sebagai perkumpulan bloger yang berlokasi di Semarang yang pada tahun ini memasuki usia yang ke 3.
Pada awal-awal kelahiran Loenpia.Net, perkembangan blog belum seramai pada saat ini dimana ratusan blog lahir setiap harinya sebagai imbas dari semakin banyaknya penyedia layanan mesin blog yang tidak berbayar. Hal ini menyebabkan kehidupan dunia blog menjadi ramai dengan segala hiruk pikuk dan kemeriahannya.
Dengan semakin banyaknya bloger yang hadir menyemarakkan dunia blog atau blogsphere, Loenpia.Net juga semakin berkembang dengan semakin banyaknya bloger yang kemudian memutuskan untuk bergabung menjadi anggota. Hal ini disebabkan karena secara de facto dan de jure, Loenpia.Net masih menjadi satu-satunya perkumpulan bloger di Semarang.
Menjadi satu-satunya identik dengan monopoli dan monopoli adalah suatu keadaan yang sebenarnya sangat diinginkan oleh banyak pihak sebagai sebuah kekuatan yang dapat mengendalikan pergerakan dan perkembangan. Sebut saja Microsoft, dengan segala perkembangan dan inovasi yang dilakukannya untuk dapat memonopoli pasar sistem operasi perangkat lunak komputer yang kemudian menjadikannya salah satu perusahaan dengan nilai pasar yang sangat besar dan menjadikan Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia.
Partai politik juga senantiasa berusaha untuk mendapatkan suara paling banyak dengan harapan untuk dapat melakukan monopoli atas kebijakan pengambilan keputusan sehingga tidak perlu direcoki oleh suara-suara dari oposisi.
Dengan kahadirannya sebagai pemain tunggal dalam dunia blogsphere di Semarang, Loenpia.Net seharusnya lebih bisa berperan besar dalam banyak kegiatan dan perkembangan dunia penulisan, teknologi serta informasi yang sangat identik dengan blog.
Yang terjadi kemudian adalah pergeseran nilai dari perkumpulan yang sebelumnya disepakati dari perkumpulan bloger manjadi perkumpulan milis dan Plurk. Tulisan-tulisan sarat dengan informasi yang secara terus-menerus diperbarui di blog menjadi semakin langka dan beralih menjadi obrolan kosong dan “garing” yang minim muatan informasi di milis dan sebaris kalimat di Plurk.
Milis blogger yang dalam hal ini adalah Loenpia.Net yang pada awalnya dibuat sebagai sarana untuk membahas masalah internal menjadi ajang untuk kemudian menyalurkan hasrat untuk “ngejunk” dengan berbagai tulisan yang tiada bermutu sama sekali. Yang saya tangkap adalah semuanya sadar kalau perkembangan milis menjadikan Loenpia.Net sebagai perkumpulan milis dan bukan perkumpulan bloger, namun kesadaran itu tampaknya tidak mengubah keadaan sama sekali. Juga ketika Plurk hadir dengan kemudahannya dalam melakukan penulisan dari berbagai media (messenger dan henpon), blog menjadi semakin tidak menarik dan hanya menjadi kumpulan dari “old skool”.
Tiga tahun bukan waktu yang sebentar, dunia sudah berubah, kehidupan online juga banyak berubah dengan berbagai perkembangan dan kemudahan. Sebagai perkumpulan, Loenpia.Net juga berevolusi untuk mengadaptasikan diri dengan perkembangan yang ada dan itu adalah proses alamiah yang baik. Kejenuhan dan kebosanan mungkin menjadi salah satu alasan mengapa perkembangan update tulisan di blog menjadi semakin jarang.
Saya rasa perkumpulan bloger yang lain juga mengalami perkembangan yang hampir sama atau mungkin baru akan mengalami perkembangan seperti yang dialami Loenpia.Net, dan semua itu bukanlah hal yang jelek selama masih dalam koridor nettique di dunia internet dan koridor moral dan hukum di dunia nyata.
Harapannya adalah bagaimana Loenpia.Net dapat memanfaatkan potensi yang saat ini dipunya untuk dapat berperan lebih banyak, baik secara online maupun offline dan tumbuh besar pada arah yang lebih baik yang lebih bisa membawa dan menjadi representasi bahwa dunia bloger tidak semata-mata menjadi “menara gading” bagi sebagian orang saja.
Dan seperti yang sudah-sudah, saya hanya bisa bicara tanpa memberikan solusi, waktu dan tenaga serta kontribusi saya di Loenpia.Net juga jauh dari ada, update blog saya juga tiada rutin adanya, namun sebagai orang Semarang dan sebagai bloger, saya rasa saya boleh walau cuma berharap sesuatu yang baik atas sesuatu yang ada.
