Selamat Datang 2008
Pagi di tahun ini dihiasi dengan rintik hujan seperti hari-hari kemarin
Riuh suara terompet dan nyala terang kembang api tidak bisa menghapus dingin
Kegembiraan hanya jadi obat pati rasa sementara atas derita yang tiada kunjung reda
Apa yang kau gembirakan? Apa yang kau ceriakan?
Bukankah seharusnya kau menangis untuk semuanya
Bahwa ibu bumi semakin bertambah tua dan renta
Dengan semua manusia yang berada di punggungnya
Tahun ini begitu kelu
Kelabu tak menentu
Dingin merasuk ke sungsum
Menggigil tubuh membunuh beku
Ah… Sudahlah
Besok kan masih ada mentari
Menghangatkan setiap relung nadi
Mencairkan hati dan menceriakan hari