
Karaniyam atthakusalena
Yan tam santam padam abhisamecca
Sakko uju ca suju ca
Suvaco c’assa mudu anatimani
Santussako ca subharo ca
Appakicco ca sallahukavutti
Santindriyo ca nipako ca
Appagabbho kulesu ananugiddho
Na ca khuddam samacare kinci
Yena viññu pare upavadeyyum
Sukhino va khemino hontu
Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Ye keci panabhut’atthi
Tasa va thavara va anavasesa
Digha va ye mahanta va
Majjhima rassakanukathula
Dittha va yeva adittha
Ye ca dure vasanti avidure
Bhuta va sambhavesi va
Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Na paro param nikubbetha
Natimaññetha katthacinam kanci
Byarosana patighasañña
Naññamaññassa dukkham iccheyya
Mata yatha niyam puttam
Ayusa ekaputtam anurakkhe
Evampi sabbabhutesu
Manasam bhavaye aparimanam
Mettañ ca sabba-lokasmim
Manasam bhavaye aparimanam
Uddham adho ca tiriyanca
Asambadham averam asapattam
Titthañ caram nisinno va
Sayano va yavat’assa vigatamiddho
Etam satim adhittheyya
Brahmam etam viharam idhamahu
Ditthiñca anupagamma silava
Dassanena sampanno
Kamesu vineyya gedham
Na hi jatu gabbhaseyyam punar eti’ti
Kami sudah berjanji
Paling tidak pada diri kami sendiri
Bahwa kami akan memberimu negeri
Tempat engkau bisa tumbuh
Dengan harga diri
Kami tidak minta apa-apa
Kami melakukannya dengan rela
Mungkin karena kami lahir lebih dahulu
Dan kami tidak ingin engkau semua
Mengalami derita yang kami alami
Semua sudah cukup untuk kami
Dengan hanya tidur dipelukan ibu pertiwi
Kami hanya berharap saja
Engkau melakukan hal yang sama
Demi anak cucumu nanti
Supaya mereka bisa tahu
Kalau ada Indonesia
Pagi hari ini, ketika jarum jam panjang dan pendek saling berkejaran untuk mencapai pukul tiga, saya menemukan informasi di trending topic Twitter mengenai Google Doodle.
Jika biasanya Google Doodle berupa modifikasi gambar logo Google yang disesuaikan dengan tema perayaan, maka Doodle kali ini merupakan modifikasi logo Google menjadi game Pac-Man yang dapat langsung dimainkan.

Doodle Pac-Man ini memperingati perayaan 30 tahun game Pac-Man yang merupakan salah satu game yang pertama diciptakan ketika permainan elektronik mulai dipasarkan.
Bumi ini tiada lagi lebat
Panas jadi begitu menyengat
Sampai pori-pori tak lagi kuat
Membasuh kulit dengan keringat
Bumi ini tiada lagi muda
Sudah senja dengan segala penyakitnya
Dan kita masih saja tidak pernah peduli
Menyakiti ibu bumi dengan sesuka hati
Ibu bumi yang menggendong kita
Setiap hari diatas punggungnya
Suatu hari pasti akan mati
Dan meninggalkan kita sendiri
Lalu…
Apa kita masih akan tidak peduli?