❊ This Time Today
  •   ☼  August 17th, 2008

It’s been 63 years now and still… I don’t dare even just to have a wish for the next time being
Just hope that everything will be better as we hoped last year and the many years before last year

I surprisingly meet an old friend which I thought already cured from this online disease, but she managed to have it back and get online… Hope you get well soon from those flu :-)

❊ YDMwtZ
  •   ☼  August 6th, 2008

Setelah menikmati menonton filem unduhan beberapa waktu yang lalu, saya mencoba berburu film lagi untuk memenuhi keingintahuan mengenai film-film baru. Terbesit keinginan untuk mencari film The Dark Knight yang heboh dibicarakan, namun setelah berselancar kesana kemari saya tidak menemukan versi DVDRip-nya.

Sebagai pengobat, saya kemudian mengunduh film lain dengan genre komedi yang dibintangi oleh Adam Sandler yang berjudul “You Don’t Mess with the Zohan”.

Film ini mengisahkan tentang agen Mossad yang bernama Zohan Dvir yang diperankan oleh Adam Sandler yang sudah bosan dengan perang dan memutuskan untuk berpura-pura mati supaya bisa pergi ke Amerika dan mengejar impiannya menjadi tukang cukur.

Film ini termasuk sangat sederhana dengan jalan cerita yang sangat mudah ditebak. Beberapa adegan tampak sedikit fulgar dan menampilkan adegan-adegan yang tidak masuk akal dengan kelucuan-kelucuan konyol.

Untuk sekedar melepas pikiran dan ber-haha-hihi, saya rasa film ini cukup bisa mewakili.

❊ Sepiring Nasi
  •   ☼  July 30th, 2008

Misalnya pada suatu ketika kita merasa lapar dan hanya mempunyai sepiring nasi untuk dimakan dan kemudian ada orang lain yang sama laparnya dengan kita namun pada keadaan dimana orang tersebut tidak mempunyai sepiring nasi untuk dimakan seperti halnya kita, menurut anda, apa yang sebaiknya dilakukan?

❊ Flavors of Entanglement
  •   ☼  July 19th, 2008

Ketika beberapa waktu yang lalu mencoba menginstal kembali Hackintosh di komputer, saya masih gagu dan perlu mencoba memahami runut kerja dari sistem operasi yang baru bagi saya. Efek pendidikan Windows dari ketika pertama kali kenal komputer ternyata telah merasuk ke dalam sunsum dan mendarah daging dalam tubuh saya yang dengan berbekal keseharian menggunakan Windows membuat saya hapal dan dapat mengatasi beberapa masalah kecil yang sering timbul.

Di Hackintosh semuanya menjadi berbeda dan saya mencoba belajar lagi mulai dari penggunaan antar muka sampai pada sistem, cara kerja serta program-program yang dapat diinstal. Namun karena keterbatasan waktu untuk mempelajari lebih jauh dan dalam, maka sampai saat ini saya hanya masih mencoba untuk belajar penggunaan antar muka dan instalasi perangkat lunak.

Sebagaimana ritual instalasi Windows yang sering sekali saya lakukan untuk meremajakan sistem agar segar dan dapat bekerja lebih gegas, ritual tambahan yang tidak pernah ketinggalan adalah menginstal program audio dan dalam hal ini yang selalu menjadi pilihan adalah WinAmp.

Begitu juga di Hackintosh, karena saya belum tahu banyak mengenai program-program di Mac, maka saya secara default menggunakan iTunes yang disediakan oleh instaler Leopard. dan kemudian ritual rutin untuk mencoba mesin baru dengan lagu-lagu baru :-P

Pilihan kemudian jatuh pada penyanyi yang selalu jadi idola saya dengan lirik-liriknya yang asik dan mengena yaitu Alanis Morissette dengan album barunya Flavors of Entanglement. Menurut Wikipedia, Flavors of Entanglement ini merupakan album studio ketujuh dan rilis internasional yang kelima dari Alanis.

Alanis Morissette - Flavors of Entanglement

Berikut daftar lagu dari album Flavors of Entanglement ini :
1. “Citizen of the Planet” — 4:22
2. “Underneath” — 4:07
3. “Straitjacket” — 3:08
4. “Versions of Violence” — 3:36
5. “Not as We” – 4:45
6. “In Praise of the Vulnerable Man” — 4:07
7. “Moratorium” — 5:35
8. “Torch” — 4:50
9. “Giggling Again for No Reason” — 3:48
10. “Tapes” — 4:26
11. “Incomplete” — 3:30

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena saya juga bukan kritikus lagu yang baik dengan informasi yang sahih dan pengetahuan yang luas, namun dari telinga saya, semua lagu dalam album terbaru tersebut sangat nyaman didengarkan alias cocok untuk telinga saya.

Beberapa lagu menampilkan hentakan beat dan bas yang dalam disertai dengan sentuhan synthesizer dan beberapa menampilkan lirik yang relatif lebih pelan dengan intro permainan piano akustik.

Dan karena internet adalah perpustakaan global dengan cakupan ke seluruh teritorial di dunia ini, maka dengan kejelian dan usaha maka album tersebut dapat kita dapatkan gratis dengan cara mengunduhnya :-P

❊ Konsistensi Iblis
  •   ☼  July 12th, 2008

Pernahkan kita menyalahkan iblis, setan dan saudara-saudara sebangsa mereka atas kesalahan yang kita perbuat.

Saya yakin banyak dari kita yang pernah atau bahkan sering melakukannya. Dan karena menjadi hal yang umum maka menumpahkan kesalahan kepada pihak iblis atau setan menjadi hal yang lumrah dan diamini oleh masyarakat selain karena kodrat manusia yang tidak mau mengakui kesalahan sendiri dan hasrat untuk mencari kambing hitam yang tidak pernah lekang dimakan jaman.

Kalau kita runut kembali, siapakah iblis atau setan itu. Menurut pelajaran agama yang pernah saya peroleh dulu, iblis atau setan adalah makhluk Tuhan yang tidak mau bersujud kepada nabi Adam ketika Tuhan berkehendak atas itu. Mereka lalu dikutuk dan bersumpah untuk menggoda manusia agar tidak mengikuti perintah dan tuntunan dari Tuhan.

Jika memang benar seperti itu kejadiannya, maka iblis merupakan makhluk dengan tingkat determinasi dan konsistensi yang sangat tinggi. Terbukti sejak jaman nabi Adam masih di surga sampai detik ini ketika manusia mengais rejeki di dunia mereka masih tetap konsisten melaksanakan janji dan sumpah yang pernah mereka ucapkan tanpa mengenal lelah.

Mereka adalah contoh yang sangat hebat jika berbicara tentang kerja keras yang tidak kenal lelah serta kerja yang terstruktur serta sistematis selama beribu-ribu tahun dengan berbagai objek manusia yang selalu datang silih berganti di dunia. Sistem kerja mereka terbukti sangat bagus dan menghasilkan banyak sukses dengan membuat manusia menjadi kesetanan dan kemudian melupakan Tuhan.

Bagi saya, Tuhan atau iblis tidak pernah memaksa manusia ketika di dunia, yang bisa memaksa manusia di dunia adalah manusia yang lainnya. Tidak pernah sekalipun saya tahu kalau Tuhan memaksa manusia untuk menyembahNya. Ataupun iblis yang memaksa manusia untuk melakukan kejahatan, mencuri misalnya.

Iblis hanya menawarkan pilihan dan manusia kemudian mempunyai kekuasaan untuk memilih. Jika manusia memilih untuk menerima tawaran dari iblis, maka berdosalah dia dari sudut pandang Tuhan. Lalu bagaimana dengan iblisnya? Apakah dia juga berdosa karena manjerumuskan manusia dalam dosa?

Pada konteks ini, iblis seharusnya mendapatkan point sukses atas pekerjaanya dan statusnya sebagai iblis yang perkerjaannya memang menggoda dan menjerumuskan manusia, dan mungkin saja dia akan mendapatkan reward dari komunitas iblis dan mungkin juga akan naik pangkat.

Jika kemudian manusia memilih untuk tidak menerima tawaran iblis, manusia bukannya kemudian akan lepas dari usaha dan jeratan iblis. Mereka akan bekerja lebih keras dan memberikan tawaran yang lebih tidak bisa ditolak dan akan begitu terus sampai manusia kemudian tersandung, terjerembab dan kemudian jatuh ke pelukan iblis.

Lalu apa untungnya buat manusia? Manusia akan menjadi semakin tangguh dan kuat seiring dengan goda dan tipu daya yang dilancarkan oleh iblis kepadanya selama dia dapat bertahan untuk tidak terjerat atasnya.

Sebuah proses simbiosis mutualisme, kerja keras dan pantang menyerah yang sangat mengagumkan bukan? Dan kita masih saja menyalahkan iblis untuk kebodohan-kebodohan kita…

❊ Batas Kemanusiaan
  •   ☼  June 26th, 2008

Membaca postingan Didut mengenai kemanusian dan jarak membuat saya terpikir untuk menulis postingan ini. Ide awalnya adalah komentar di blognya Didut, tapi saya pikir lebih baik saya tulis di sini. Tema lengkapnya dapat dibaca sendiri di blognya Didut ini, saya hanya memberikan sedikit dari sudut pandang saya saja mengenai konteks dan bukan obyek maupun subyek.

Biaya yang dibutuhkan untuk operasi kanker USD 180.000 dan kalau dikalikan dengan kurs 9300 Rupiah per satu Dollar Amerika maka akan dihasilkan angka sekitar 1,6 miliar Rupiah, sebuah angka yang cukup fantastis.

Saya tidak begitu yakin dengan batas kemanusiaan saya, karena saya tidak tahu barometer kemanusiaan yang menurut saya akan berbeda-beda untuk tiap individu manusia, tapi melihat hal yang dibicarakan dan angka sejumlah itu membuat saya takjub.

Saya takjub pada keadaan dimana teknologi informasi kemudian berguna untuk menggalang dana dan membantu sesama. Namun di lain sisi saya juga takjub pada bagaimana kita kadang melihat sesuatu terlalu jauh sehingga apa yang ada di dekat kita menjadi sedikit terlupa.

Saya yakin banyak dari kita yang mengetahu kalau sebenarnya banyak sekali orang miskin di negeri yang miskin ini yang untuk makan saja tidak ada yang kemudian harus menderita penyakit, entah itu tumor, kanker, pembengkakan kepala dan atau penyakit-penyakit lain yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan selain dengan operasi.

Beberapa kali saya melihat tayangan yang menggambarkan hal tersebut di televisi yang membuat otak saya kemudian meyakini konklusi bahwa orang miskin tidak boleh sakit, dan apabila orang miskin itu sakit maka biarkan Tuhan yang mengurus segala sesuatunya untuk mereka.

Apabila kemudian dengan dibiarkan saja dan penyakitnya bisa sembuh, maka itu adalah mukjizat dari Tuhan dan apabila kemudian berakhir dengan kematian, itu sudah suratan takdir, toh pada akhirnya semua manusia akan mati dan hanya masalah waktu saja.

Tulisan dan informasi tentang derita penyakit yang berujung pada kematian kadang hanya menjadi bahan gurauan termasuk oleh saya.

Atas ketakjuban saya tersebut, saya kemudian bertanya-tanya mengapa hal itu kemudian tidak dibuatkan penggalangan dana dan disebarkan banner-banner untuk membantu, berderma atau sekedar tempat menuliskan doa.

Mungkin hal-hal itu sudah dilakukan dan saya saja yang kurang menggali dan mencari tahu, tapi saya membaca informasi mengenai hal ini di blognya Didut juga tidak dengan mencari tahu.

Pada konteks ini, apa teknologi itu hanya berguna untuk orang2 yang “melek” atasnya?
Saya tidak tahu.
Lalu bagaimana dengan mereka yang hidup di pelosok dan tidak terjamah teknologi?
Saya lebih tidak tahu.

❊ Nonton Film Unduhan
  •   ☼  June 22nd, 2008

Sempat mampir ke ke warnet dan menemukan beberapa blog yang memberikan link untuk download beberapa film. Setelah memeilih beberapa, akhirnya saya putuskan untuk mengunduh Forbidden Kingdom dan Kung fu Panda.

Saya sebenarnya tidak begitu suka untuk menghabiskan waktu dengan menonton film, hanya saja kedua film di atas cukup meyakinkan saya untuk menghabiskan waktu mengunduhnya dan kemudian meluangkan waktu untuk menontonnya.

Film pertama adalah Forbidden Kingdom. Saya tidak tahu film ini diproduksi oleh siapa dan kapan di release, hanya saja saya tertarik dengan Jackie Chan dan Jet Li yang main dalam satu scene. File berformat AVI berukuran 699.9 MB setelah diekstrak dari file kompresi RAR.

Forbidden Kingdom

Untuk saya film Forbidden Kingdom ini tidak ada yang bagus dalam cerita maupun koreografi silatnya. Cenderung biasa saja dengan cerita yang juga tidak membuat saya tercengang karenanya. Duet Jackie Chan dan Jet Li yang merupakan master-master dalam kung fu juga tidak menunjukkan pertarungan yang keren.

Film kedua adalah Kung Fu Panda. Film ini menurut saya lebih bagus dari Forbidden Kingdom. Dengan ukuran file AVI 699 MB setelah diekstrak memberikan cerita yang lebih “dalam” walaupun termasuk dalam genre komedi.

Kung Fu Panda

Kelucuan-kelucuan yang ditampilkan juga sangat bagus dan realistis di dalam balutan makna-makna filosofis yang banyak bertebaran di film ini. Satu-satunya hal yang kurang begitu baik adalah saya mendapatkan file unduhan Kung Fu Panda yang tidak begitu bagus kualitasnya sehingga gambarnya tidak terlalu jernih.

Karena untuk kegiatan berkomputer sehari-hari saya sudah menggunakan Leopard, maka kedua film saya tonton di Hackintosh Leopard 10.5.2 menggunakan player VLC :-P

❊ Antara Nasionalisme, Sophan Sophian, HD dan BBM
  •   ☼  May 17th, 2008

Hari ini ketika blog walking saya menemukan informasi kalau aktor senior Sophan Sophian mengalami kecelakaan ketika mengendarai motor Harley Davidson dalam rangka touring motor besar memperingati 100 tahun hari kebangkitan nasional yang akhirnya merenggut nyawanya.

Ada empat hal pokok yang menjadi pikiran saya yang kemudian membuat saya memutuskan untuk menulis postingan ini, yaitu perwujudan rasa nasionalisme Sophan Sophian yang dilakukan dengan cara touring menggunakan motor Harley Davidson yang termasuk boros dalam konsumsi BBM.

Masing-masing kita sebagai warga negara mempunyai hak yang sama dalam mengungkapan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara. Entah itu dalam memperingati 100 tahun hari kebangkitan nasional atau hari-hari besar dan bersejarah lainnya di negeri ini.

Touring dengan motor besar juga merupakan salah satu opsi untuk mengungkapkan rasa nasionalisme tersebut walaupun pada umumnya hanya bisa dilakukan oleh anak bangsa yang berkecukupan dari sisi ekonomi dan sosial ditinjau dari harga motor besar yang tentu saja tidak murah. Dan dalam hal ini Sophan Sophian memilih untuk mengungkapkan rasa nasionalismenya dengan melakukan touring menggunakan motor Harley Davidson.

Berita terakhir yang saya lihat di televisi mengenai touring motor besar yang dilakukan oleh Sophan Sophian adalah ketika sebuah SPBU di daerah Pekalongan ditutup untuk umum selama kurang lebih 2 jam untuk melayani pengisian bahan bakar konvoi motor besar tersebut. Dari wawancara yang dilakukan oleh stasiun televisi tersebut, tampak masyarakat yang kecewa atas penutupan SPBU tersebut untuk umum.

Saya bukan termasuk grup penggemar motor besar karena ketidakmampuan saya secara sosial dan ekonomi untuk memiliki motor besar. Saya juga tidak bermasalah dengan kehadiran motor besar yang melakukan touring selama dilakukan dengan baik dan saling menghargai dengan sesama pengguna jalan yang lain. Namun beberapa tulisan yang pernah saya baca di internet menginformasikan beberapa gesekan yang pernah timbul antara pengguna motor besar dan pengguna jalan yang lain dan kekecewaan masyarakat atas penutupan SPBU karena digunakan untuk mengisi BBM konvoi motor besar mungkin juga salah satunya.

Dengan konsumsi BBM 1 liter untuk setiap 7 kilometer, touring motor besar yang diikuti oleh banyak anggota dan dalam jarak tempuh yang jauh menjadi acara yang mengkonsumsi BBM dalam jumlah yang sangat sangat banyak. Dengan kondisi yang naiknya harga minyak dunia yang menyebabkan akan dinaikkannya harga BBM bersubsidi oleh pemerintah dan diberlakukannya pembatasan-pembatasan pembelian BBM hanya sebesar Rp. 15.000 untuk sepeda motor, touring motor besar menjadi agak kontradiktif dari kacamata saya.

Namun seperti yang saya utarakan di atas, setiap warga negara punya hak yang sama dalam mengungkapan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara, dan saya tetap menghormati apapun pilihan untuk melakukannya termasuk touring motor besar yang dilakukan almarhum Sophan Sophian.

Semoga touring yang dilakukan almarhum Sophan Sophian bermanfaat dalam memupuk rasa nasionalisme bangsa yang semakin pudar. Dan saya turut berduka untuk almarhum dan semoga Tuhan memberikan yang segala yang terbaik atas beliau.

❊ Not Fit In
  •   ☼  April 25th, 2008

I have tried
But seems that I’m not fit in

❊ Pertiwi
  •   ☼  April 22nd, 2008

Lihat Bu! Airnya naik semakin tinggi
Sudah tiada lagi tepat kering yang dapat ku pijak
Bahkan bapakpun hanya kelihatan kepala dan pundak

Lihat Bu! Mentari menyengat begitu kuat
Peluh tersiram debu yang begitu pekat
Membuat penyakit asmaku kumat

Kenapa akhirnya harus seperti ini Bu?
Kenapa linangan air matamu tak juga membuat kami terharu?
Apakah Ibu harus marah dahulu baru kami mengerti dan tahu
Bahwa begitu berat untuk menggendong kami di atas punggungmu