Archive for the 'Nglayap' Category

temanggung

beberapa minggu ini, aktivitas paling populer saya sementara diduduki oleh kegiatan nglayap. setelah nglayap hari minggu dan hari jumat pagi kemarin, minggu ini saya nglayap lagi dengan rute yang berbeda.

karena tidak direncanakan sebelumnya, maka waktu keberangkatan juga agak siang dan akhirnya saya putuskan untuk memakai rute yang tidak terlalu jauh.

tujuan kali ini adalah temanggung dengan rute sebagai berikut :

semarang - ungaran - bandungan - sumowono - kaloran - temanggung - parakan - ngadirejo - muntung - candiroto - bejen - sukorejo - singorojo - boja - mijen - semarang

berangkat dari rumah jam 10.30, saya bermaksud untuk santai-santai saja selama perjalanan sambil melihat-lihat keadaan dan pemandangan.

karena hari minggu, rute di daerah bandungan cukup padat karena banyak sekali mobil dan motor yang mungkin pingin rekreasi selain jalannya yang sempit.

lepas dari bandungan dan mulai masuk sumowono, jalan relatif sepi karena mayoritas kendaraan yang saya temui semala perjalanan bawen - bandungan hanya sampai di pasar bandungan dan mengambil arah ke kanan atau semarang.

pemandangan di sumowono

dari sumowono, kaloran sampai temanggung jalannya sangat sepi, halus dan berkelok-kelok serta naik turun, tipikal jalan pegunungan lah pokoknya. hanya saja karena halus dan sepi maka dapat dilalui dengan santai dan cepat.

mesjid di kaloran

sampai di temanggung yang terlintas di pikiran saya adalah mencari makan karena sejak berangkat saya belum makan. maka saya lalu mblusuk-mblusuk kesana kemari karena tidak tahu kota temanggung dan banyak sekali polisi berkeliaran dan banyak jalan yang ditutup.

tanpa diduga dan tanpa saya nyana, ternyata sedang ada parade yang saya sendiri kurang tahu untuk memperingati apa parade tersebut.

parade di temanggung

setelah makan di daerah alun-alun kota temanggung, saya lalu melanjutan perjalanan yang saya rencanakan yaitu ke arah parakan untuk kemudian mengambil rute ke utara menuju weleri.

sampai di daerah bejen, saya urung menuju weleri karena mendung sudah menggelayut dan saya tidak membawa persiapan dan perlengkapan jika keadaan berubah menjadi hujan. maka saya putuskan untuk mengambil rute ke boja dengan melalui tempat wisata curug sewu, sekalian mau tilik bayi seorang teman yang tinggal di boja.

sampai di daerah singorojo, saya sempat mengambil poto dari atas jembatan

sungai di singorojo

sampai di boja sempat jagongan beberapa jam sampai kemudian saya pamit pulang dan sampai rumah jam 6 sore.

banyubiru

karena tidak ada y!m untuk dilihat dan ditunggui berjam-jam, hari jumat pagi kemarin saya menyempatkan jalan-jalan. kali ini arah yang saya tuju adalah daerah ambarawa dan sekitarnya yang pastinya sangat dingin di pagi hari.

berangkat jam 4.30 pagi karena dibangunkan alarm henpon, saya menyusuri jalan yang masih gelap namun sudah banyak aktifitas kendaraan berat seperti truk dan bis.

sampai di ambarawa, suasananya masih berkabut dan karena saya anak pesisir, maka udaranya saya rasakan sangat dingin menusuk daging.

ambarawa

dari ambarawa, perjalanan saya teruskan ke daerah banyubiru

banyubiru

lalu menyusuri jalan di daerah muncul

muncul

dan akhirnya sampai di salatiga

salatiga

dari salatiga langsung pulang dan mampir dulu untuk njajan kacang ijo.
sampai di rumah, mandi lalu kerja lagi…

nyekar + dolan2

kalo biasanya hari minggu saya isi dengan lungguh anteng di depan layar komputer 15 inci mulai dari pagi sampai malam hari, hari ini saya bisa nglayap sebagai imbas ter-uninstall-nya y!m dari komputer butut ini.

bermodalkan statement daripada nglangut, saya lalu nggeblas dan hanya sempat moto2 sedikit karena baterai kamera terlanjut habis :-P
rute kali ini adalah : semarang - gubug - godong - purwodadi - toro - gundih - sumberlawang - gemolong - kalijambe - solo - kartosuro - boyolali - ampel - salatiga - tuntang - ambarawa - bawen - ungaran - semarang

karena tak kuat menahan hasrat, saya lalu…

seiring dengan hadirnya bulan ramadhan yang diakhiri dengan ritual lebaran, kita sebagai orang endonesya tentu sangat tahu adanya aktivitas mudik atau pulang kampung. semarang, kota tempat saya lahir, tumbuh dan tinggal, dari tahun ke tahun menjadi rute yang dilalui kendaraan-kendaraan bermotor dari arah barat menuju berbagai kota di jawa tengah atau jawa timur.

kendaraan-kendaraan yang umumnya ber-plat nomor b tersebut banyak saya temui melintasi kota semarang dengan berbagai barang bawaan, pernak-pernik aksesoris yang dibawa oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor seperti helm, kain penutup wajah, jaket, kaos tangan, sepatu, istri, anak dan cerita yang akan dibawa ke kampungnya masing-masing.

dari aktivitas melihat para pemudik tersebut, saya jadi tertarik dan kepingin merasakan sensasi yang sama dengan yang dirasakan oleh para pemudik yang menggunakan sepeda motor. dalam benak saya, saya berpikir kalau hal tersebut mungkin sangat menyenangkan dimana kita bisa berkendara bersama-sama dengan beberapa orang yang sudah kita kenal atau mungkin kita baru saja kenal karena alasan seperjalanan.

maka, hari ini saya lalu melaksanakan kepinginan saya tersebut walau tidak sejauh yang ditempuh oleh rekan-rekan pemudik tersebut. saya nglayap ke jogja. bukan jogja kota tepatnya, tapi wonosari gunung kidul a.k.a. tempat bude saya.

saya berusaha menikmati sensasi bermotor bareng-bareng dengan para penunggang kuda besi dari barat tersebut yang umumnya bergerak dengan kecepatan yang cukup tinggi dan banyak dari mereka yang mempunyai skill hampir setara dengan bang rossi :-P
saya berangkat dari rumah jam 10 pagi dan langsung menuju wonosari menggunakan rute semarang-ungaran-solotigo-boyolali-klaten-cawas-semin-wonosari. sesudah nyekar para leluhur, saya lalu pamit pulang dan mengambil rute wonosari-jogja-muntilan-magelang-ambarawa-ungaran-semarang. saya sempat mampir di jogja sebentar untuk ngangkring untuk menikmati es jeruk dan mendoan dan ditambah istirahat di ambarawa membawa saya sampai dirumah jam 10 malam.

kalau ditanya bagaimana rasanya. hmm, rasanya biasa saja. sama seperti aktivitas nglayap yang dulu sering saya lakukan. hanya saja tingkat kepadatan pengguna jalan yang lebih dari biasanya karena adanya aktivitas arus balik yang menyebabkan kita harus lebih hati-hati.

dari yang saya amati sepanjang perjalanan saya denga nrute tersebut di atas, kendaraan-kendaraan umumnya didominasi oleh plat b, plat ad, plat ab, plat k, plat f, plat d, plat e dan plat h.

akhirnya

rumah bude

setelah sekian lama akhirnya saya melaksanakan mandat ibu saya untuk nyekar ke makam leluhur di desa sokoliman dusun bejiharjo kelurahan karangmojo kecamatan wonosari kabupaten gunung kidul propinsi daerah istimewa yogjakarta.

sebenarnya ingin posting pas waktu di guning kidul, tapi entah mengapa opera mini tidak menemukan koneksi, padahal dengan browser bawaan hp nokia tetep bisa surfing walaupun tidak bisa posting tanpa alasan yang jelas :-(
hasrat hati sebenarnya ingin mampir ke jogja, tapi apa daya pekerjaan sudah menunggu untuk segera ditangani. mungkin lain kali saya akan mampir ke jogja untuk kemudian bertemu dan berkumpul dengan teman2 maya.