Setelah dahulu pernah menulis mengenai YM seorang teman yang terkena worm, beberapa hari ini ym saya mendapatkan message yang saya tengarai sebagai worm.
Seperti yang pernah saya tulis, saya tidak tahu apakah teman yang mengirimkan message ini mengetahui kalau account ym miliknya mengirimkan message tersebut kepada saya.

Message datang sejak tanggal 19 Februari dengan pesan yang bervariasi namun dengan format yang seragam dan menyaru sebagai pesan mengenai sebuah foto namun dengan link yang sama ke sebuah file dengan format zip.

Pesan itu masih saja datang beberapa menit sebelum postingan ini ditulis.
Semoga yang bersangkutan segera sadar dan segera melakukan pembasmian worm

Mengintip baris kode-kode CSS blog milik mantan blogger kondang yang sekarang jarang sekali update, saya mendapatkan pencerahan atas hal yang selama ini mengganggu pikiran saya.
Selama ini saya berpikir kalau teknik yang saya pikirkan tersebut akan sangat rumit dan ribet serta melibatkan konversi teks ke gambar yang tentu saja akan membuat load halaman menjadi lebih besar.
Namun ternyata teknik web safe font tidak serumit yang saya bayangkan. Dengan beberapa baris kode CSS maka dapat ditampilkan bermacam-macam font seperti yang dapat and lihat di blog ini, yang semuanya masih berupa teks dan tidak dirender ke dalam bentuk gambar.
Sebagai acuan saya melihat dengan menggunakan perambah Mozilla Firefox, Google Chrome dan Webkit dan semuanya menampilkan hasil yang baik.
Banyak dari kita yang tentu saja sudah mengetahui Photoshop. Program olah grafis yang dibuat oleh perusahaan Adobe System ini seperti menjadi de facto sebagai sarana membuat serta mengolah citra digital menjadi sesuai yang kita inginkan.
Versi terbaru Adobe Photoshop yang saya tahu telah mencapai versi 11 atau biasa disebut dengan CS4 yang merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya yaitu CS3.
Masalah yang dihadapi pagi ini ketika menggunakan Adobe Photoshop CS4 ini adalah ketika ingin melakukan Contract dari Layer yang sebelumnya diberi pilihan Select All (Cmd + A) maka yang terjadi adalah CS4 tidak bisa melakukannya, sementara hal tersebut dapat dilakukan di CS3.

Pada CS4, setelah dilakukan Select All, maka pilihan yang tersisa adalah Select > Modify > Border yang tentu saja tidak sesuai dengan apa yang diinginkan untuk dikerjakan program ini.
Solusinya adalah dengan melakukan select secara manual kemudian dilakukan perintah Contract. Namun pilihan ini kadang tidak bisa menjamin bahwa contract yang kita lakukan akan sama untuk tiap sisi karena Select dilakukan secara manual, kecuali kita bisa membuat Select secara presisi.
Pilihan lain adalah sesudah kita melakukan Select All, kita modify dengan cara Select > Modify > Border dan isi border dengan 1 px.

Lakukan Select > Inverse

Kemudian kita lakukan Contract sesuai yang kita butuhkan.

Ketika hari ini membuka dashboard Wordpress dan kemudian disuguhi informasi mengenai ketersediaan update versi 2.9.2 yang pada website wordpress.org diilustrasikan QuickPress yang dapat dipindah dengan cara drag, maka saya kemudian terpikir apa gunanya fitur QuickPress pada Wordpress.
Selama ini saya menganggap kalau fitur QuickPress di Wordpress adalah sesuatu yang hanya menghabiskan tempat dan tiada berguna karena tidak memiliki fitur untuk memilih Category dan hanya memiliki pilihan untuk memilih Tag.
Dengan sedikit mencari, maka pilihan untuk membuat QuickPress dapat menampilkan Category dapat ditemukan dan ketika diaplikasikan ternyata menjadi hal yang berguna.
Dengan semua keterbatasan QuickPress, seperti tidak bisa melakukan add link, membuat postingan yang dibuat melalui QuickPress ini harus diedit untuk dapat menampilkan link
Tapi setidaknya fitur QuickPress ini cukup berguna untuk menulis info singkat dan pendek

Setelah sekian lama tidak lagi bersentuhan dengan kode-kode CSS yang ada dalam folder theme Wordpress, kemarin tanpa sengaja menemukan kalau sekarang CSS versi 3 sudah support text-shadow.
Dulu, setahu saya, efek bayangan pada text harus dikoding secara manual yang saya sendiri gak tau bagaimana caranya, tapi sekarang dapat dilakukan dengan mudah melalui perintah di CSS.
Browser yang dapat menampilkan efek text-shadow ini tentu saja yang sudah support text-shadow syntax
dan kalau anda melihat header blog ini mempunyai efek letterpress berarti browser yang dipakai sudah support untuk text-shadow
Pembaruan :
Sebagai percobaan, saya menggunakan 3 browser yang berbeda yaitu Firefox 3.6, Webkit r54084 dan Opera 10.10 dan ketiganya bereaksi positip terhadap syntax text-shadow sehingga dapat menampilkan efek bayangan pada teks seperti yang saya inginkan.

Gambar diambil dari line25.com dan hasil snapshot