gaze the star at night…
which one is yours…
i am a goat…
not a man horse…
gaze the star at night…
which one is yours…
i am a goat…
not a man horse…
Kami sudah berjanji
Paling tidak pada diri kami sendiri
Bahwa kami akan memberimu negeri
Tempat engkau bisa tumbuh
Dengan harga diri
Kami tidak minta apa-apa
Kami melakukannya dengan rela
Mungkin karena kami lahir lebih dahulu
Dan kami tidak ingin engkau semua
Mengalami derita yang kami alami
Semua sudah cukup untuk kami
Dengan hanya tidur dipelukan ibu pertiwi
Kami hanya berharap saja
Engkau melakukan hal yang sama
Demi anak cucumu nanti
Supaya mereka bisa tahu
Kalau ada Indonesia
Setelah semua yang aku berikan kepadamu
Mengapa engkau belum juga terjaga
Apa aku harus memukul kepalamu dengan batu
Supaya engkau sadar dengan semuanya
Aku tidak meminta sujud dan air matamu
Aku tidak butuh semua puja-puji darimu
Aku menunjukkan jalanmu pulang
Supaya engkau bisa kembali padaku
Terjagalah engkau dari lena
Karena fana itu tidak lama
Dan ketika aku bersabda
Maka selesai semuanya
Aku itu dekat
Lebih dekat dari nadi lehermu
Aku itu nyata
Pada setiap tarikan nafasmu
Aku terjaga
Untuk melayani semua inginmu
Aku berkehendak
Karena bagiku semua adalah hak
Aku tidak memaksa
Karenanya aku memberimu pilihan
Aku tiada meminta
Karena aku pemilik segalanya
Lalu di hadapanku
Apa yang hendak engkau banggakan
Orang tuamu tidak pernah memilihmu menjadi anak mereka
Engkaulah yang memilih mereka untuk menjadi orang tuamu
Maka jangan pernah engkau mengeluh atas kondisi mereka
Karena mereka telah dengan begitu ikhlas menerima engkau
Ketika engkau hanya bisa menangis ketika melihat dunia
Sajak Gibran mengingatkan kalau anak bukan milik orang tua
Mereka bebas mencari jati diri dengan orang tua mendampingi
Tapi menurutku sebagai anak juga harus mengerti dan tahu diri
Memuliakan orang tua bahkan lebih dari diri mereka sendiri
Karena sebagian mimpi adalah sandi
Atas apa yang jiwa ingin mengerti
Sebagian sudah menemukan kunci
Sebagian lagi masih sibuk mencari
Maukah engkau menyusuri jalan itu lagi
Walau hanya jalan setapak berlandaskan batu
Dan tiada terang karena selalu lengang
Dengan tumpukan daun yang gugur berserakan
Engkau tentu tahu tidak banyak yang tahu jalan itu
Hanya beberapa yang aku kehendaki atas mereka
Sebuah jalan di setiap tarikan dan hembusan nafasmu
Dan pada sunyinya rasa serta pikirmu atas fana
Engkau tahu aku ada
Semua petunjuk seharusnya sudah tidak banyak artinya
Yang engkau perlukan hanya karsa
Karena saat ini engkau yang memutuskan semuanya
Maka terangilah jalan itu
Dan datanglah engkau padaku
Jika kita menanam padi, banyak sekali rumput yang tumbuh
Jika kita menanam rumput, tidak ada padi yang tumbuh
Today I meet a friend, an old friend
Friend which we used to stare to each other
Sharing smile and some bad jokes
And still, my friend remain the same
Same posture, same height, same weight
Only the hair is different
Kinda shorter
And still
We smile to each other
With some jokes
And remember those time
When we used to share gaze