Archive for the 'Kicau' Category

Pertiwi

Lihat Bu! Airnya naik semakin tinggi
Sudah tiada lagi tepat kering yang dapat ku pijak
Bahkan bapakpun hanya kelihatan kepala dan pundak

Lihat Bu! Mentari menyengat begitu kuat
Peluh tersiram debu yang begitu pekat
Membuat penyakit asmaku kumat

Kenapa akhirnya harus seperti ini Bu?
Kenapa linangan air matamu tak juga membuat kami terharu?
Apakah Ibu harus marah dahulu baru kami mengerti dan tahu
Bahwa begitu berat untuk menggendong kami di atas punggungmu

Hari

Kepada fajar kubawakan surya
Hangat terang yang membuka mata
Kepada senja kubawakan bulan
Sejuk temaram dalam buai dekapan