❊ Red Cliff
  •   ☼  October 11th, 2008


Mengisi Sabtu sore, saya menyaksikan film hasil unduhan malam sebelumnya yang berjudul Red Cliff. Setelah beberapa lama saya tidak menyaksikan film kolosal Mandarin, film ini cukup mengobati kerinduan saya atas film silat kolosal.

Red Cliff yang kalau dalam bahasa Indonesia berarti Tebing Merah bercerita tentang perang yang terjadi semasa Roman Tiga Kerajaan di Tiongkok kuno ketika berakhirnya dinasti Han dan awal dimulainya sejarah tiga kerajaan yang cukup populer karena sering dijadikan tema film-film silat Mandarin.

Seperti judulnya, film ini bercerita tentang perang di Tebing Merah antara para calon pendiri tiga kerajaan yaitu Cao-Cao, Liu Bei dan Sun Quan. Namun tokoh utama film ini ada pada jendral dari Sun Quan yang bernama Zhao Yu yang diperankan oleh Tony Leung yang terkenal di Indonesia dengan perannya sebagai Tio Bu Kie dalam serial silat Pedang Pembunuh Naga, Zhuge Liang yang diperankan oleh Takeshi Kaneshiro dan Cao-Cao.

Menurut informasi, film ini menelan dana sebesar 80 juta Dollar yang merupakan film Asia termahal dan dengan banyaknya jalinan cerita membuat durasi film menjadi 4 jam yang kemudian dijadikan 2 episode. Episode yang saya tonton adalah episode pertama, sedangkan episode kedua baru akan beredar pada awal tahun 2009.

Sebelum akrab dengan cerita Roman Tiga Kerajaan, saya pernah membaca buku mengenai strategi Cina kuno yang mengetengahkan tokoh-tokoh seperti Zhuge Liang dan Cao-Cao. Melihat film ini membuat ingatan saya akan buku strategi Cina kuno yang pernah saya baca muncul kembali di kepala. Jika dulu saya hanya membaca, kali ini bisa melihat gambaran aplikasinya melalui film.

Secara pribadi saya menganggap filmnya bagus dan layak untuk ditonton.

❊ F1 2007
  •   ☼  October 22nd, 2007
kimi brazil 2007

Hal yang baik seyogyanya dimulai dari sesuatu yang baik. Pernyataan ini mungkin dapat menggambarkan apa yang terjadi dengan seri balapan Formula 1 tadi pagi di sirkuit Interlagos Brazil dimana akhirnya Kimi Raikkonen menjadi juara seri sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara dunia seri balap Formula 1 tahun 2007.

Kontroversi yang melingkupi tim McLaren dengan skandal mata-mata atas Ferrari yang kemudian dibocorkan oleh pembalapnya sendiri Fernando Alonso dengan imbalan kekebalan tuntutan mencapai puncaknya tadi pagi dengan tim McLaren tidak memperoleh juara apapun setelah beberapa waktu yang lalu seluruh nilai konstruktor yang diperoleh McLaren dihapus dan gagalnya dua pembalapnya untuk merebut juara pembalap walau hadir di Interlagos dengan nilai tertinggi di atas Kimi Raikkonen.

Setelah banyak sekali harapan disandangkan di pundak Lewis Hamilton untuk dapat membuat sejarah di seri balap Formula 1 sebagai rookie yang dapat langsung menjadi juara dunia dan pembalap kulit hitam pertama yang menjadi juara dunia, mental jualah yang menjadi kunci untuk dapat mengangkat beban tersebut. Dan terbukti bahwa masih butuh waktu bagi Lewis Hamilton mengasah mentalnya untuk menjadi juara dunia.

Kemenangan demi kemenangan dan dominasi superior yang ditunjukkan sejak awal seri lanyap begitu saja ketika tekanan mental akan sebuah gelar juara dunia membuatnya melakukan kesalahan demi kesalahan pada beberapa akhir seri balapan.

Kimi Raikkonen, dengan wajah yang masih tanpa ekspresi yang menjadikannya pembalap berjuluk The Iceman justru membalik semua keadaan dan menjadi juara dunia seri balap Formula 1. Sebuah pencapaian yang menurut saya paling adil dan elegan setelah semua kontroversi yang terjadi baik antara McLaran dan Ferrari, McLaren dan Fernando Alonso dan antara Fernando Alonso dan Lewis Hamilton.

Selamat untuk Kimi Raikkonen, juara dunia seri balap Formula 1 tahun 2007.

Gambar diambil dari http://www.formula1.com