Perusahaan Lilin Negara

Memasuki bulan Oktober, peralihan musim panas ke musim dingin sudah mulai mendekati akhir. Mendung hitam mulai sering menggantung di bawah langit sembari menahan curahan air yang menggelayut manja seakan tiada lagi dapat menahan sabar untuk jatuh menghunjam mayapada.
Hujan kemudian datang dan menghapus dahaga ibu pertiwi setelah selama enam bulan terpanggang teriknya mentari yang seakan membakar semua yang ada dan mengeringkan kerak serta meninggalkan debu yang menari-nari dipandu sang bayu.
Ah… alangkah nikmat aroma tanah basah ini… Alangkah segar napas ibu pertiwi…
Pet…
Tiba-tiba listrik mati, pada setiap saat butir-butir air itu membasahi tanah kami, seakan-akan benang-benang tembaga yang mengalirkan elektron-elektron itu begitu benci dengan air yang membuatnya harus berkali-kali mati.
October 19th, 2008 at 5:37 am
jangan lupa dimatikan lilinnya
ntar malah kebakaran lagi:)
October 19th, 2008 at 8:44 am
itu emang sistem otomatis pln. tiap ujan langsung mati. biar gak pada nyalain ac. bwakakakaka….
October 19th, 2008 at 9:03 am
suroboyo eung udan mas…
puanass puolll
October 19th, 2008 at 11:36 am
mungkin orang2 PLN suka yang romantis2…haha..
October 19th, 2008 at 11:54 am
itulah kelemahan listrik Indonesia…kalo ada hujan listriknya mati
October 19th, 2008 at 5:46 pm
apa sampeyan berniat buka perusahaan listrik cadangan??
October 19th, 2008 at 8:14 pm
malah ngirit..
October 19th, 2008 at 9:41 pm
kan romantis kang
October 19th, 2008 at 11:41 pm
Itu biar lilin mereka laris terjual Mas
October 20th, 2008 at 8:57 am
…
dan kang wedhouspun menyalakan lilin… meneruskan bercinta… *nguik*
October 20th, 2008 at 12:20 pm
wes.. cepak cepak teplok ae kang mben dino…
)
October 20th, 2008 at 2:40 pm
nek ning kene biasane mati lampune awan dan sudah ada pemberitahuan dari pln
October 20th, 2008 at 3:18 pm
gpp mas kl listriknya mati, kan bobo’e angler
October 21st, 2008 at 6:14 am
PLN punya cabang pabrik lilin kali