A-Style

Melihat balapan MotoGP yang diselenggarakan di sirkuit Motegi Jepang, pandangan mata saya tertuju pada tampilan iklan yang tertempel pada pinggir track yang digunakan untuk membalap. Salah satu iklan yang terpampang adalah logo A-STYLE yang juga menjadi sponsor utama sirkuit Twin Ring Motegi.

Selidik punya selidik, itu ternyata adalah logo dari perusahaan apparel dari Italy. Dari kacamata dan persepsi saya yang awam masalah logo dan brand produk, logo tersebut tampak “nakal” dengan hadirnya dua buah titik di sebelah kiri huruf A.

Kalau menurut anda bagaimana :-)

 

Ganjil

21 23 25 27 dan 29 adalah tanggal ganjil pada minggu-minggu terakhir September 2008 yang juga merupakan hari ganjil pada sepertiga terakhir dari perjalanan puasa Ramadhan pada tahun ini.
Dan kata orang selalu ada yang istimewa dengan yang ganjil pada sepertiga yang ketiga.
Mari bersama-sama mencari suasana dan keadaan yang ganjil dan tidak biasa.
Dan semoga keberkahan kemudian terlimpahkan pada kita semuanya.

 

Tempat Sampah

Akhir-akhir ini marak informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan sampah. Yang terbaru adalah berita mengenai makanan sisa yang sudah dibuang ke tempat sampah yang kemudian oleh beberapa orang diolah kembali dan kemudian diperjual-belikan.

Saya sebelumnya menulis mengenai bagaimana sebenarnya manusia sama saja. Selalu ada hasrat untuk merasakan sesuatu yang nikmat dan enak dan kalaupun harus menikmati sesuatu yang tidak menyenangkan adalah karena keterpaksaan adanya.

Yang membedakan dalam mengakomodasi hasrat atas kenikmatan mungkin hanyalah kondisi sosial ekonomi karena nikmat dan enak umumnya bersinggungan dengan kondisi pada saat menikmati, strata sosial serta keadaan ekonomi.

Nikmat dan enak identik dengan mahal, namun kadang hal yang murah dan remeh akan jadi sangat nikmat ketika kita benar-benar membutuhkannya. Dan kadar nikmat bagi pejabat tentu saja beda dengan pemulung.

Boleh saja seorang pejabat tidak lagi merasakan nikmat ketika mengkonsumsi daging yang masih segar dan mahal yang kemudian diolah menjadi hidangan yang mengundang selera karena sudah sangat terbiasa, namun bagi pemulung sampah hal tersebut bisa jadi adalah “surga yang turun ke bumi”

Melihat orang miskin makan makanan sampah bagi pejabat mungkin adalah hal yang biasa karena bisa jadi menurut mereka siapa suruh menjadi orang miskin. Dan bagi orang miskin mungkin akan sangat mengejutkan menyadari bahwa mereka harus mati di lumbung padi. Suatu keadaan yang sungguh nyeri tiada terperi.

Dalam cakupan yang lebih luas mengenai sampah, sebenarnya disadari atau tidak, kita semua hidup di tempat sampah yang maha besar yang dikenal dengan nama dunia. Kaya atau miskin serta pintar atau bodoh, semuanya bergelut dalam tumpukan dan kubangan sampah.

Setiap hari, setiap jam, menit dan detik yang kita hadapi dan kita upayakan tiada lebih dari hanya mengais-ais sampah, memindahkannya kesana kemari serta saling berkelahi bahkan membunuh karena sampah.

Bukankah tempat atau rumah manusia seharusnya di surga sebagaimana manusia pertama ditempatkan dan dicukupkan segala kebutuhannya. Dan dunia adalah tempat dimana manusia kemudian dibuang oleh Tuhan karena kesalahan yang dibuatnya dengan tujuan untuk melakukan koreksi atas kesalahan untuk kemudian bisa pulang ke tempat dimana seharusnya manusia berada.

Tanpa kenal lelah, Tuhan terus mengupayakan dan mengusahakan berbagai cara supaya manusia bisa menemukan jalan untuk pulang. Berbagai petunjuk disebar, contoh-contoh diciptakan, bahkan tutorialpun diberikan oleh Tuhan supaya kita dapat mengikuti untuk kemudian dapat pulang ke rumah, namun tampaknya kita ini benar-benar bebal dan bodoh.

Begitu cintanya kita kepada tempat sampah sehingga kita melupakan rumah yang seharusnya kita tempati. Kita menganggap bahwa tempat sampah ini adalah tempat terindah yang bisa ditempati dengan bau terwangi.

Sama seperti ketika kita melihat saudara-saudara kita yang makan makanan sampah, semuanya di dunia juga hanyalah sampah. Dan ketika kita merasa jijik dan kasihan karena ada yang mengkonsumsi makanan sampah, lalu bagaimana dengan kita.

Kita tampaknya lebih harus dikasihani daripada saudara-saudara yang mengkonsumsi makanan sampah tersebut, karena mereka tampaknya tidak harus saling berebut dan membunuh untuk hanya sekedar sampah.

 

10.5.5

Setelah beberapa saat angkrem karena mendapati bahwa iAtkos v4i yang saya instal menggantikan kalyway 10.5.2 sudah berjalan dengan baik dan benar. Tiada hal-hal berarti yang membuat saya harus pontang-panting mencari solusi di berbagai milis Hackintosh.

Di iAtkos v4i, semua peripheral yang saya pasang umumnya terdeteksi dan berjalan dengan baik. Hanya masalah-masalah kecil saja yang timbul misalnya dengan keyboard PS/2 yang kadang-kadang suka “ngambek” sehabis restart dan sistem tidak bisa bangun setelah sleep. Selain itu, suara, kartu jaringan, mouse PS/2, sata drive dan usb berjalan dengan lancar jaya.

Namun tiada masalah bukan berarti tanpa masalah. Dengan tiadanya masalah membuat masalah dengan rasa dan karsa dimana rasa yang diwakili oleh otak menjadi ingin dan karsa yang diwakili oleh tangan menjadi gatal. Kepingin ngoprek dan gatal untuk utak-utik :-D

Maka, mulailah dilakukan pencarian pencerahan atas hasrat yang berkecamuk di dalam pikiran dan tangan yang sudah semakin gatal. Hasilnya adalah MacOSXUpd10.5.5.dmg yang berukuran 316.9 MB yang sudah ngawe-awe untuk segera “digarap”. Dan segara ilmu saya cari dan tutorial update saya simpan supaya mudah dalam prosesnya dan sukses hasilnya.

Tapi apa mau dikata, ternyata semuanya tidak berjalan dengan baik :-P

Tutorialnya sudah benar, hanya saja saya kurang cepat melakukan eksekusi perintah yang diajarkan sehingga terjadi kernel panic dan sistem tidak bisa booting. Sudah kepalang basah, maka ilmu nyilem segera saya aplikasikan dan iDeneb v1.1 10.5.4 yang hadir dengan ukuran 4.38 GB yang diwakili oleh satu keping DVD installer menjadi salah satu pilihan.

iAtkos v4i menurut saya adalah release yang stabil terbukti sistem saya tidak bermasalah, namun kata orang iDeneb v1.1 lebih baik karena release-nya lebih baru dengan “boot loader” yang lebih baru pula. Dan dengan pertimbangan ilmu nyilem tadi saya menginstal iDeneb v1.1.

Instal pertama tidak sukses dan terpaksa bongkar-bongkar komputer, instal kedua juga tidak sukses dan harus bongkar-bongkar dan re-konfigurasi berbagai kemungkinan, instal ketiga juga tidak sukses :-( dan baru pada instal kelima dengan berbagai variasi kombinasi hardware akhirnya sukses :-D

About This Mac iDeneb v1.1 10.5.5

Setelah iDeneb v1.1 10.5.4 terinstal dengan baik, lalu mulai lagi gatal untuk update ke 10.5.5 karena percobaan pertama yang gagal. Dan kali ini dengan konsentrasi tinggi supaya lebih cepat dan sigap dalam menjalankan instruksi tutorial update ke 10.5.5 dan angin surgapun kemudian berhembus dengan liris kepada saya :-)

Dari semua uraian di atas, pokok inti yang saya dapatkan adalah bagaimana aktivitas backup adalah aktivitas yang sangat berguna melebihi apapun di dunia ini. Maka backuplah data anda dengan tertib sebelum utak-utik komputer dan pastikan data tersebut tersimpan dengan aman. Backuplah data anda sekarang atau anda akan menyesal apabila dengan tiba-tiba komputer anda hang setelah membaca postingan ini ;-)

 

Daging Sampah

Kenapa makan daging sampah?

Karena sungguh daging merupakan sebuah perwujudan penggunaan uang yang cukup banyak dalam aktivitas meredakan hasrat yang berkecamuk di dalam perut.

Daging itu enak dan enak identik dengan mahal dan mahal identik dengan uang yang lebih banyak. Yang menjadi masalah adalah bagaimana ketika uang yang dapat dibelanjakan tidak banyak.

Pilihannya kemudian adalah antara tidak makan daging atau mencari daging yang murah. Dan daging sampah menjembatani pilihan tersebut dengan menghadirkan harga yang murah.

Lalu kenapa makan daging sampah?
Karena kita miskin namun kita ingin.

Dan karena kita miskin bukan berarti kita tidak boleh ingin bukan?
Dan untung saja ingin bukan menjadi monopoli kaum berduit saja