Hari Ini Dua Tahun yang Lalu
Sebuah SMS masuk…
Ga tlalu byk yg inget kok…
Sebuah pertanda baik bahwa masa depan sudah ditatap dan masa lalu ditinggalkan sebagai kenangan
Sebuah SMS masuk…
Ga tlalu byk yg inget kok…
Sebuah pertanda baik bahwa masa depan sudah ditatap dan masa lalu ditinggalkan sebagai kenangan
Kama Sutra for IT People
Tak ada salahnya untuk dipelajari
Hari ini ketika blog walking saya menemukan informasi kalau aktor senior Sophan Sophian mengalami kecelakaan ketika mengendarai motor Harley Davidson dalam rangka touring motor besar memperingati 100 tahun hari kebangkitan nasional yang akhirnya merenggut nyawanya.
Ada empat hal pokok yang menjadi pikiran saya yang kemudian membuat saya memutuskan untuk menulis postingan ini, yaitu perwujudan rasa nasionalisme Sophan Sophian yang dilakukan dengan cara touring menggunakan motor Harley Davidson yang termasuk boros dalam konsumsi BBM.
Masing-masing kita sebagai warga negara mempunyai hak yang sama dalam mengungkapan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara. Entah itu dalam memperingati 100 tahun hari kebangkitan nasional atau hari-hari besar dan bersejarah lainnya di negeri ini.
Touring dengan motor besar juga merupakan salah satu opsi untuk mengungkapkan rasa nasionalisme tersebut walaupun pada umumnya hanya bisa dilakukan oleh anak bangsa yang berkecukupan dari sisi ekonomi dan sosial ditinjau dari harga motor besar yang tentu saja tidak murah. Dan dalam hal ini Sophan Sophian memilih untuk mengungkapkan rasa nasionalismenya dengan melakukan touring menggunakan motor Harley Davidson.
Berita terakhir yang saya lihat di televisi mengenai touring motor besar yang dilakukan oleh Sophan Sophian adalah ketika sebuah SPBU di daerah Pekalongan ditutup untuk umum selama kurang lebih 2 jam untuk melayani pengisian bahan bakar konvoi motor besar tersebut. Dari wawancara yang dilakukan oleh stasiun televisi tersebut, tampak masyarakat yang kecewa atas penutupan SPBU tersebut untuk umum.
Saya bukan termasuk grup penggemar motor besar karena ketidakmampuan saya secara sosial dan ekonomi untuk memiliki motor besar. Saya juga tidak bermasalah dengan kehadiran motor besar yang melakukan touring selama dilakukan dengan baik dan saling menghargai dengan sesama pengguna jalan yang lain. Namun beberapa tulisan yang pernah saya baca di internet menginformasikan beberapa gesekan yang pernah timbul antara pengguna motor besar dan pengguna jalan yang lain dan kekecewaan masyarakat atas penutupan SPBU karena digunakan untuk mengisi BBM konvoi motor besar mungkin juga salah satunya.
Dengan konsumsi BBM 1 liter untuk setiap 7 kilometer, touring motor besar yang diikuti oleh banyak anggota dan dalam jarak tempuh yang jauh menjadi acara yang mengkonsumsi BBM dalam jumlah yang sangat sangat banyak. Dengan kondisi yang naiknya harga minyak dunia yang menyebabkan akan dinaikkannya harga BBM bersubsidi oleh pemerintah dan diberlakukannya pembatasan-pembatasan pembelian BBM hanya sebesar Rp. 15.000 untuk sepeda motor, touring motor besar menjadi agak kontradiktif dari kacamata saya.
Namun seperti yang saya utarakan di atas, setiap warga negara punya hak yang sama dalam mengungkapan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara, dan saya tetap menghormati apapun pilihan untuk melakukannya termasuk touring motor besar yang dilakukan almarhum Sophan Sophian.
Semoga touring yang dilakukan almarhum Sophan Sophian bermanfaat dalam memupuk rasa nasionalisme bangsa yang semakin pudar. Dan saya turut berduka untuk almarhum dan semoga Tuhan memberikan yang segala yang terbaik atas beliau.
Windows XP Service Pack 3
Kalau-kalau mau update