Pertiwi

Lihat Bu! Airnya naik semakin tinggi
Sudah tiada lagi tepat kering yang dapat ku pijak
Bahkan bapakpun hanya kelihatan kepala dan pundak

Lihat Bu! Mentari menyengat begitu kuat
Peluh tersiram debu yang begitu pekat
Membuat penyakit asmaku kumat

Kenapa akhirnya harus seperti ini Bu?
Kenapa linangan air matamu tak juga membuat kami terharu?
Apakah Ibu harus marah dahulu baru kami mengerti dan tahu
Bahwa begitu berat untuk menggendong kami di atas punggungmu

5 Responses to “Pertiwi”

  1. tito Says:

    wis ojo sedih sedih.

  2. chiw Says:

    ini tentang bumi bukan?

  3. kumandigital Says:

    setiap hari adalah hari bumi?mungkin?

  4. tjahaju Says:

    pesan moral: jadilah anak yang berbakti dan berbudipekerti bagi nusa dan bangsa ^^

  5. escoret Says:

    trs ngopo dus?

Leave a Reply

moses