Hari

Kepada fajar kubawakan surya
Hangat terang yang membuka mata
Kepada senja kubawakan bulan
Sejuk temaram dalam buai dekapan

7 Responses to “Hari”

  1. killy Says:

    kepada barzah kubawa amal.
    PERTAMAX!!
    salam kenal juga :)

    tabungan ketika hari perhitungan

  2. chocoluv Says:

    amin

    :D

    ya robbal alamin…

  3. tjahaju Says:

    so sweet…

    mosok seeeh… :-P

  4. bodi Says:

    weh …. weh …. mantep iku tulisane. gmn kabarnya gan ?

  5. kumandigital Says:

    kepada dosen pembimbing kubawakan proposal skripsi
    kapan lulus iki…… :(

  6. Niff Says:

    wah wedus lagi jatuh cinta ya?

  7. Wong Says:

    Itulah cerita kematian, manusia tak tahu kapan ajal menjemputnya. Kalau tiba ajalnya Malaikat pencabut nyawa siap bertugas tak perduli si kaya atau si miskin, sanak dan keluarga harus tabah menghadapinya, karena kehidupan di dunia hanya bersifat sementara. Kita harus banyak berfikir (merenung) untuk apa kita diciptakan dan untuk apa kita dimatikan. Apakah setelah kematian selesai semua urusan, bagaimana bagi orang yang menindas kaum yang lemah?.
    {Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungan jawab) Qs. AL QIYAMAH :36}. Renungilah teman.

Leave a Reply

jethro