Pria Kemayu dan Wanita Tangguh

Dari tahun ke tahun, semakin senèwen memikirkan tayangan di televisi yang sudah sedari dulu tiada pernah menunjukkan kegairahan. Keseragaman tontonan selalu menjadi pilihan paling gampang demi rating untuk dapat meraup iklan sebanyak mungkin. Salah satu yang sedang populer saat ini adalah kontes-kontesan yang diyanagkan berjam-jam dengan beragam komentator dan juri.

Postingan ini tidak bermaksud untuk membahas masalah tersebut di atas, tapi ada hal yang menggelitik saya yaitu budaya pria-pria kemayu di televisi dan wanita-wanita tangguh.

Dalam beberapa tahun ini, tayangan di televisi banyak sekali di dominasi oleh perilaku pria yang kemayu atau menyerupai polah tingkah perempuan. Dan celakanya tidak hanya beberapa acara di beberapa stasuin televisi saja, tapi hampir ke semua acara dan pada semua stasiun.

Pria yang kemayu menjadi komoditas hiburan yang mulai diterima dan diamini sebagai salah satu pilihan hiburan yang menyenangkan sekaligus lucu yang kemudian berbondong-bondong stasuin televisi mengangkatnya dalam berbagai acara mulai dari infotainment sampai komedi.

Sepengetahuan saya, peran banci di layar dipopulerkan oleh Didi Petet sebagai Emon dalam Catatan Si Boy. Selain itu ada sosok Kabul yang mempopulerkan sosok laki-laki berpenampilan wanita sebagai Tessy dalam grup lawak Srimulat.

Bedanya, Tessy adalah laki-laki yang berpakaian wanita tapi pria kemayu itu laki-laki yang berperilaku seperti wanita. Tessy adalah sosok pria tulen yang berbicara dan bertindak seperti halnya laki-laki hanya saja berbalut busana wanita tetapi pria-pria kemayu itu berbalut busana laki-laki keren tapi… mbancèni.

Peran Tessy menciptakan humor dengan menjungkirbalikkan persepsi kita akan sosok lali-laki dan sosok perempuan dalam satu kesatuan peran yang kemudian tercipta humor sedangkan pria-pria kemayu itu… silahkan simpulkan sendiri.

Disetiap tayangan pria kemayu, umumnya hadir juga wanita tangguh sebagai penyeimbang. Sosok wanita yang lebih dewasa dan lebih bijaksana. Saya tidak mengatakan bahwa laki-laki lebih dewasa dan bijaksana dari pada wanita, tapi pada konteks acara televisi yang menyuguhkan pria kemayu dan wanita tangguh.

Saya tidak hidup di ibukota dan sama sekali tidak bersinggungan dengan dunia hiburan dan televisi yang kemudian membuat tulisan saya menjadi valid dan dapat dipertanggung jawabkan, hanya saja saya kemudian melihat bagaimana kodrat jenis kelamin telah terjungkirbalikkan, disukai dan dipertontonkan serta kemudian menjadi komoditas yang diasupkan ke dalam otak generasi penikmat televisi.

Selamat datang di Indonesia.

14 Responses to “Pria Kemayu dan Wanita Tangguh”

  1. venus Says:

    bicara tayangan di televisi, kita bicara industri dan ujung2nya ke selera pasar. yo ora?

  2. kumandigital Says:

    hmm….. jamane wis arep kuwalik po yo… :-?

  3. unai Says:

    saya juga bosan dengan acara tv yang melulu gosip dan ajang pencarian bakat instan itu…gak ada terobosan, mencontek terussss

  4. zaqm Says:

    ah, saya masih tetep suka liat cewek-cewek cakep kok, kang..

  5. kian Says:

    saya juga masih suka dengan pria sejati.

  6. nasgorkam Says:

    yang ditakutin, nular ke anak2 kecil, sudah yang cowo jadi kemayu percaya sama hantu2an dan suka klenik, indonesia 2015 jadi eksportir dukun dan tempat tester kosmetik pria huaheuaheauea

  7. chocoluv Says:

    bukan cuma di indonesia aja kok…

  8. teguh Says:

    ternyata…oh….ternyata … km suka liat sinotron ya!

  9. ario dipoyono Says:

    opo jaman wis arep kiamat ??

  10. killy Says:

    “Barang siapa menyerupai suatu golongan makan dia termasuk dalam golongan tersebut” :)

  11. killy Says:

    “Barang siapa menyerupai suatu golongan maka dia termasuk dalam golongan tersebut” <– ini yang bener yang atas kelebihan hurup N … :)

  12. Ray Says:

    Saya rasa tayangan televisi yg setiap hari kita tonton, baik itu sinetron, pertaruhan bakat dll itu memang dikhususkan untuk konsumsi orang orang ibukota beserta gaya hidupnya, rasanya sinetron yg bergelimang harta percintaan dsb dll etc itu ndak cocok buat orang jogja dan semarang ya :D

    eh mbuh wes woateper lah.. Inilah Indonesia.. yg mau gak mau kita harus hidup di dalamnya, lengkap dengan keanekaragamannya dan kegilaannya.

    soal banci banci kaleng itu memang terkadang menghibur, tapi lebih banyak efek negatifnya, terutama bagi generasi mendatang yg saat ini disandang oleh adik adik kita.

  13. tjahaju Says:

    jadi.. anda termasuk yang mana?
    hekekeke…

  14. tintin Says:

    apa nggak ada humor yang lain yah ..?? bukannya becanda meski dusta itu dilarang ..??

Leave a Reply

abraham