Archive for December, 2007

Mari Bantu Selamatkan Bumi

Gunung meletus, banjir bandang, kebakaran hutan, kemarau panjang, kelaparan dan wabah penyakit.

Bumi tampaknya benar-benar sedang kesakitan, mengerang dan berguling-guling kesana kemari menahan ngilu dan perih yang menusuk-nusuk jantung serta merobek dada dan perut serta mengambil serta mencabik-cabik isinya.

Konsep sosial ekonomi yang memuliakan manusia yang dulu pernah dicetuskan dan sekarang dianut oleh hampir seluruh umat manusia telah menjadi semboyan pembenaran untuk memperkosa ibu pertiwi dan meludahi bapak langit yang senantiasa memberikan kita penghidupan dan perlindungan.

Sebegitu muliakah manusia sehingga merasa bahwa bumi ini dilimpahkan untuk mereka, sebegitu pandainyakah manusia sehingga merasa bahwa pengelolaan bumi dan langit dapat di bebankan di pundaknya. Atau seberapa picik dan bodohnyakah manusia yang kemudian dengan sombong menerima tugas menjadi pemimpin di bumi ini.

Pohon-pohon itu tidak tumbuh dengan sendirinya, gunung-gunung tidak menjulang atas keinginan mereka, sungai-sungai tidak mengalir ke arah yang mereka mau dan binatang-binatang tidak hidup dengan begitu saja, lalu apa bedanya manusia dengan mereka? Bahwa manusia merasa diberikan cipta rasa dan karsa sebagai bentuk aktualisasi dari akal budi?

Bumi dan segala yang ada di dalamnya serta langit yang membentang begitu luas dengan ikhlas menerima manusia yang bersaksi menjadi pemimpin yang kemudian diberikan kepercayaan untuk mengelola dengan segala akal pikiran serta kepandaian dan ilmu pengetahuan yang dikaruniakan kepadanya.

Tapi apa yang terjadi…
Manusia menjadi pendusta dan menistakan kemuliaan yang telah dianugrahkan atas diri mereka. Membuang sifat-sifat kemanusiaan yang ada dalam diri dan menghambakan diri pada nafsu yang seharusnya diberangus oleh turunan sifat-sifat Tuhan yang 99.

Dan ketika akal manusia itu kemudian meraja atas dirinya, membelenggu hati dan jiwa serta menistakan karya Tuhan atas dunia, manusia menjadi semakin menggila dengan menasbihkan dirinya sebagai duplikat Tuhan yang boleh menentukan segalanya, bahkan hidup dan mati karya cipta Tuhan pribadi.

Tumpukan harta setinggi gunung yang menjulang tinggi serta kehidupan yang masih datang ketika mata terbuka di pagi hari. Bukankah semua itu hanya akan tertinggal bersama raga yang akan bersatu dengan bumi ketika jiwa itu kemudian melayang pergi untuk kembali.

Segala kemuliaan manusia ada karena alam memberikannya untuk manusia. Alam bersujud dan dengan tanpa pamrih memberikan segala yang dia punya untuk mencukupi hasrat dan nafsu manusia. Tapi itu semua tidak cukup untuk manusia, tidak pernah cukup untuk dapat memuaskan hasrat manusia yang tiada batas tepinya.

Dan kemudian lagi, tertebaslah kaki sang pohon yang telah berjabat erat dengan ibu pertiwi selama hitungan abad, tergoroklah tenggorokan mahhluk hidup lain pengguni bumi dan tercekik udara oleh racun industri.

Dari semuanya, lalu dimanakah iblis itu berada. Dan apakah lalu Tuhan hanya diam saja.
Dan melihat fenomena, ide mengenai hari akhir yang digulirkan oleh agama saat ini tampaknya sudah bukan lagi hal yang menakutkan untuk manusia. Menilik bahwa manusialah yang kemudian memupunyai andil untuk memulai terjadinya hari akhir tersebut dengan segala polah tingkahnya di atas bumi ini.

real life

i rang… and still…
that we’re not good to communicate in real life… hehehe… :-)

Mac OSX 86 Leopard

osx leopard

Akhirnya… Setelah sekian lamanya saya memendam hasrat dan keinginan untuk dapat ikut merasakan sensasi produk dari Apple, beberapa hari yang lalu saya sukses menjejalkan Mac OSX 10.5.0 Leopard ke dalam personal komputer saya yang berarsitektur Intel dan IBM compatible.

Saya bukan orang dengan kemampuan untuk membeli jajaran produk yang diproduksi Apple yang oleh banyak pihak di klaim sebagai produk teknologi yang mempunyai bentuk serta karakteristik yang cantik dan modis, tapi hal tersebut membawa konsekuensi harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan produk PC IBM compatible atau notebook biasa.

Berada di tengah-tengah kondisi antara menyalurkan hasrat serta keinginan dan kondisi ekonomi alias kantong yang kembang kempis dan masih sulit, kemunculan Mac OSX 86 seakan menjadi sebuah oase di tengah padang gurun yang gersang setelah berjalan berbulan-bulan tanpa tujuan di dalamnya. :-P

Info mengenai system operasi Macintosh yang dapat diinstall pada komputer berarsitektur Intel sebenarnya sudah saya dengar jauh-jauh hari ketika Apple Computer Inc. yang namanya saat ini sudah berubah menjadi Apple Inc. memutuskan untuk mengganti prosesor Power PC yang sejak awal mereka gunakan dengan Intel.

Perubahan tersebut membawa dampak signifikan pada software produk Apple untuk jajaran komputer serta notebook mereka, karena berarti system operasi Apple yang dulu hanya dibuat dan hanya untuk dipakai di jajaran produk Apple yang menggunakan prosesor Power PC yang kemudian di porting untuk dapat berjalan di arsitektur Intel, melalui tangan-tangan “nggrathil” para hacker dapat diinstall dan berjalan pada komputer berarsitektur Intel.

Setelah melalui perjuangan yang cukup lama karena kekurangtahuan saya terhadap sumber offline untuk mendapatkan salinan DVD dari Mac OSX dan koneksi internet yang kembang-kempis, saya kemudian hanya dapat menahan hasrat sembari mencoba mengikuti informasi yang berkembang di forum-forum yang membahas masalah ini.

Dengan direleasenya Leopard sebagai release ke lima dari seri “kucing besar” Mac OSX, hasrat untuk mencoba timbul kembali dan saya kemudian membeli DVD installer hack-nya dan kemudian mencoba untuk menginstallnya.

word at mac

Dan apa yang terjadi tidaklah semudah yang saya bayangkan seperti halnya menginstall Windows ataupun Linux. Karena sebenarnya Mac OSX ini tidak ditujukan untuk diinstall pada PC berarsitektur Intel di luar yang diproduksi oleh Apple, maka yang terjadi adalah kemurahan hati para hacker untuk kemudian mengoprek installer asli untuk Mac berarsitektur Intel menjadi installer yang dapat diinstall pada PC IBM compatible biasa.

Saya tidak akan bercerita banyak karena saya memang belum tahu banyak mengenai konfigurasi system serta pengelolaan file di Mac. Yang saya tahu pasti adalah kartu jaringan dan modem dial up yang sehari-hari saya jadikan sebagai jalur fax di Windows tidak terdeteksi, Kartu VGA Ge-Force MX4000 juga akhirnya tergeletak tak berdaya :(

Saya menulis postingan ini dari komputer saya yang terinstall Mac OSX 86 dengan menggunakan MS Word 2004.