Selamat Menempuh Hidup di Tempat Baru

Kematian tampaknya sedikit lebih akrab dengan saya akhir-akhir ini. Saya percaya dan yakin bahwa rahasia kehidupan dan kematian hanya ada dalam catatan yang dibawa oleh Tuhan semata dan tiada kita manusia yang mengetahuinya.

Setelah seorang teman meninggal dalam usia 31 tahun yang menurut saya masih muda, hari Kamis kemarin kakak sepupu saya dijemput oleh malaikat untuk menghadap Tuhan pada usia yang masih relatif muda, 36 tahun.

Dengan anak pertama yang masih ada dalam kandungan istrinya, membuat kehilangan ini menjadi lebih berat bagi keluarga terutama bagi istrinya. Saat-saat bahagia dimana seharusnya sang istri mendapatkan kasih sayang serta ditunggui oleh suaminya baik ketika masih mengandung maupun nanti ketika melahirkan menjadi saat yang berat.

Hal ini membuat saya berpikir tentang betapa Tuhan mengetahui segala hal yang baik dan benar bagi hambanya dan tiada kita pernah tahu apa yang baik dan benar itu untuk kita. Seseorang pernah ngomong dengan saya bahwa apa yang kita pikir baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan, tapi apa yang baik menurut Tuhan pasti baik untuk kita walaupun kadang kita manusia kadang salah mengartikan.

Kita biasanya mengukur hidup kita di dunia dengan ukuran kebahagiaan dan kesedihan. Untuk berbagai hal yang menyenangkan kita di dunia ini baik dalam sisi ketercukupan materi, rohani maupun segala bentuk pencapaian akan keberhasilan sering membuat kita merasa bahwa kita bahagia hidup di dunia atau orang lain menganggap kita bahagia.

Tapi apa jaminan bahwa besok segalanya masih akan tetap seperti itu. Bahwa segala kebahagiaan yang kita punya saat ini masih akan tetap sama ketika hari telah berganti. Boleh kan kesedihan yang sudah mengantri itu kemudian mengambil giliran datang kepada kita dan menggantikan kebahagiaan yang kita rasakan. Dan begitu pula sebaliknya dengan kesedihan.

Lalu, adakah kebahagiaan di dunia ini?

13 Responses to “Selamat Menempuh Hidup di Tempat Baru”

  1. Araw Says:

    nDerek belo sungkowo, Piye kabare Cah Bagus? Kapan dolan Jogja maning?

  2. didut Says:

    berbagi dengan orang di sekitar kita juga sudah merupakan kebahagiaan, kecuali kalo memang kita terlalu egois untuk berbagi

  3. STR Says:

    Kematian bukan berarti hari telah beranjak malam
    Kematian hanya mematikan lampu karena pagi telah datang

    *kopipas dari komenku yang kemarin*

  4. deep Says:

    turut berduka cita kang..
    semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.
    ami..n

  5. kenz Says:

    In the time when Dendid created all th
    He created the sun,
    and the sun is born, and dies, and comes
    He created the moon,
    and the moon is born, and dies, and come
    and the stars are born, and die, and com

    He created man,
    And man is born and dies,
    And does not come again …..

  6. aprikot Says:

    u tell mi kang?

  7. venus Says:

    innalilahi …satu kematian lagi. uh, nyesek :(

  8. koprilia Says:

    mati urip kui kodrat..ra iso di hindari menungso…
    urip ki mampir ngombe”sake”
    guno konco, rekso ra pernah dadi perkoro, ambane samudro sedelok di sebrangkanthi rembug guno…”Be My Friend’s Be My Brother’s”
    blogmu kok malah isine sedih trus yah dus..beberpa posting isine wong mati trus…
    opo koe saiki nyalon dadi pawang kuburto dhous????

  9. sesy Says:

    di satu sisi kematian jg sebuah kebahagian tersendiri.

  10. unai Says:

    ikut berduka yah Om..

  11. Araw Says:

    mbok ojo cerito sedih terus to… pisan-pisan cerito tentang sesuatu yang buat kami harus dan wajib datang ke Semarang, atau aku siap nyebar undangan neng CA wis misal bagi undangan nikah kali…

  12. chocoluv Says:

    bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia?

    hmm..
    udah lebih setaun saya mati rasa kalo denger ttg kematian
    so nothing i can say

  13. ika Says:

    turut berduka cita buat temennya wedhouz,,semoga anak yang masih dalam kandungan tersebut bisa tumbuh sebagai anak yang kuwat,welas asih,dan juga tabah menjalani hidup. yo’a, yang tau mati dan hidup hanya Tuhan yang maha Esa, apalah artinya kita.. :)

Leave a Reply

lot