Selamat Menempuh Hidup di Tempat Baru
Kematian tampaknya sedikit lebih akrab dengan saya akhir-akhir ini. Saya percaya dan yakin bahwa rahasia kehidupan dan kematian hanya ada dalam catatan yang dibawa oleh Tuhan semata dan tiada kita manusia yang mengetahuinya.
Setelah seorang teman meninggal dalam usia 31 tahun yang menurut saya masih muda, hari Kamis kemarin kakak sepupu saya dijemput oleh malaikat untuk menghadap Tuhan pada usia yang masih relatif muda, 36 tahun.
Dengan anak pertama yang masih ada dalam kandungan istrinya, membuat kehilangan ini menjadi lebih berat bagi keluarga terutama bagi istrinya. Saat-saat bahagia dimana seharusnya sang istri mendapatkan kasih sayang serta ditunggui oleh suaminya baik ketika masih mengandung maupun nanti ketika melahirkan menjadi saat yang berat.
Hal ini membuat saya berpikir tentang betapa Tuhan mengetahui segala hal yang baik dan benar bagi hambanya dan tiada kita pernah tahu apa yang baik dan benar itu untuk kita. Seseorang pernah ngomong dengan saya bahwa apa yang kita pikir baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan, tapi apa yang baik menurut Tuhan pasti baik untuk kita walaupun kadang kita manusia kadang salah mengartikan.
Kita biasanya mengukur hidup kita di dunia dengan ukuran kebahagiaan dan kesedihan. Untuk berbagai hal yang menyenangkan kita di dunia ini baik dalam sisi ketercukupan materi, rohani maupun segala bentuk pencapaian akan keberhasilan sering membuat kita merasa bahwa kita bahagia hidup di dunia atau orang lain menganggap kita bahagia.
Tapi apa jaminan bahwa besok segalanya masih akan tetap seperti itu. Bahwa segala kebahagiaan yang kita punya saat ini masih akan tetap sama ketika hari telah berganti. Boleh kan kesedihan yang sudah mengantri itu kemudian mengambil giliran datang kepada kita dan menggantikan kebahagiaan yang kita rasakan. Dan begitu pula sebaliknya dengan kesedihan.
Lalu, adakah kebahagiaan di dunia ini?
November 10th, 2007 at 11:31 am
nDerek belo sungkowo, Piye kabare Cah Bagus? Kapan dolan Jogja maning?
November 10th, 2007 at 4:48 pm
berbagi dengan orang di sekitar kita juga sudah merupakan kebahagiaan, kecuali kalo memang kita terlalu egois untuk berbagi
November 10th, 2007 at 8:11 pm
Kematian bukan berarti hari telah beranjak malam
Kematian hanya mematikan lampu karena pagi telah datang
*kopipas dari komenku yang kemarin*
November 11th, 2007 at 11:17 am
turut berduka cita kang..
semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.
ami..n
November 11th, 2007 at 10:44 pm
In the time when Dendid created all th
He created the sun,
and the sun is born, and dies, and comes
He created the moon,
and the moon is born, and dies, and come
and the stars are born, and die, and com
He created man,
And man is born and dies,
And does not come again …..
November 12th, 2007 at 10:18 am
u tell mi kang?
November 12th, 2007 at 3:32 pm
innalilahi …satu kematian lagi. uh, nyesek
November 13th, 2007 at 2:07 am
mati urip kui kodrat..ra iso di hindari menungso…
urip ki mampir ngombe”sake”
guno konco, rekso ra pernah dadi perkoro, ambane samudro sedelok di sebrangkanthi rembug guno…”Be My Friend’s Be My Brother’s”
blogmu kok malah isine sedih trus yah dus..beberpa posting isine wong mati trus…
opo koe saiki nyalon dadi pawang kuburto dhous????
November 13th, 2007 at 5:09 pm
di satu sisi kematian jg sebuah kebahagian tersendiri.
November 14th, 2007 at 1:32 pm
ikut berduka yah Om..
November 15th, 2007 at 8:05 am
mbok ojo cerito sedih terus to… pisan-pisan cerito tentang sesuatu yang buat kami harus dan wajib datang ke Semarang, atau aku siap nyebar undangan neng CA wis misal bagi undangan nikah kali…
November 18th, 2007 at 9:05 pm
bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia?
hmm..
udah lebih setaun saya mati rasa kalo denger ttg kematian
so nothing i can say
November 23rd, 2007 at 1:43 pm
turut berduka cita buat temennya wedhouz,,semoga anak yang masih dalam kandungan tersebut bisa tumbuh sebagai anak yang kuwat,welas asih,dan juga tabah menjalani hidup. yo’a, yang tau mati dan hidup hanya Tuhan yang maha Esa, apalah artinya kita..