nurani vs pikiran

ada yang ngomong kepada saya :

mendahulukan orang lain daripada diri sendiri
mendoakan orang lain sebelum diri kita sendiri
memberikan kepada orang lain terlebih dahulu
sebelum kemudian menerima sisanya untuk kita

pernahkan kita melakukannya dalam hidup kita
atau setidaknya berpikir untuk melakukannya

saya yakin rasio dan isi kepala tidak akan setuju
tapi kita juga tidak boleh kemudian lupa
kalau kita punya lebih dari sekedar isi kepala
kita juga punya jiwa tempat bersemayamnya nurani

sering kali jiwa dan pikiran tidak sejalan
atau bahkan keduanya saling bertentangan

sebaiknya
pikiran mengendalikan jiwa
atau jiwa mengedalikan pikiran
kuncinya ikhlas dan welas asih

9 Responses to “nurani vs pikiran”

  1. nisa Says:

    mungkin .. harus seimbang aja kali?
    antara kepentingan diri sendiri dan org lain :-/

  2. PriyayiSae Says:

    keseimbangan…
    keserasian…
    keselarasan…

  3. berlin Says:

    @ priyayisae : Lho? kok malah pelajaran PPKN? HE…..

  4. araw Says:

    seperti halnya bila kita mau melakukan kebaikan dengan landasan keikhlasan dan hanya semata-mata ingin mendapat ridho-nya… akan memebawa kita lebih dewasa menjalani hidup. dan memberikan yang berarti untuk hidup. halah opo meneh iki….

  5. ekowanz Says:

    duh saya masih dalam tahap menuju kesana kang…

  6. deep Says:

    hm…. berat..

  7. annots Says:

    hmmm, emang hidup butuh keseimbangan.

  8. diditjogja Says:

    postingane kang wedhouz banged!
    pilosopis!
    wekekekeke

  9. tjahaju Says:

    nurani mengarah pada suatu keikhlasan,
    pikiran mengarah pada suatu keegoisan..
    kadang sih gitu prakteknya ^o^

Leave a Reply

john