nurani vs pikiran
ada yang ngomong kepada saya :
mendahulukan orang lain daripada diri sendiri
mendoakan orang lain sebelum diri kita sendiri
memberikan kepada orang lain terlebih dahulu
sebelum kemudian menerima sisanya untuk kita
pernahkan kita melakukannya dalam hidup kita
atau setidaknya berpikir untuk melakukannya
saya yakin rasio dan isi kepala tidak akan setuju
tapi kita juga tidak boleh kemudian lupa
kalau kita punya lebih dari sekedar isi kepala
kita juga punya jiwa tempat bersemayamnya nurani
sering kali jiwa dan pikiran tidak sejalan
atau bahkan keduanya saling bertentangan
sebaiknya
pikiran mengendalikan jiwa
atau jiwa mengedalikan pikiran
kuncinya ikhlas dan welas asih
September 2nd, 2007 at 3:17 am
mungkin .. harus seimbang aja kali?
antara kepentingan diri sendiri dan org lain :-/
September 2nd, 2007 at 9:41 am
keseimbangan…
keserasian…
keselarasan…
September 2nd, 2007 at 9:51 am
@ priyayisae : Lho? kok malah pelajaran PPKN? HE…..
September 2nd, 2007 at 12:31 pm
seperti halnya bila kita mau melakukan kebaikan dengan landasan keikhlasan dan hanya semata-mata ingin mendapat ridho-nya… akan memebawa kita lebih dewasa menjalani hidup. dan memberikan yang berarti untuk hidup. halah opo meneh iki….
September 2nd, 2007 at 5:47 pm
duh saya masih dalam tahap menuju kesana kang…
September 3rd, 2007 at 8:42 am
hm…. berat..
September 3rd, 2007 at 9:21 am
hmmm, emang hidup butuh keseimbangan.
September 3rd, 2007 at 10:24 pm
postingane kang wedhouz banged!
pilosopis!
wekekekeke
September 4th, 2007 at 9:24 am
nurani mengarah pada suatu keikhlasan,
pikiran mengarah pada suatu keegoisan..
kadang sih gitu prakteknya ^o^