dan laki-laki itu kemudiam membungkuk. menarik sebuah kotak kayu yang tersimpan di bawah tempat tidur yang masih tertata rapi. di luar, orang-orang terus meraung seraya mengumpat sembari menggedor-gedor pintu yang dikunci dari dalam.
tanpa menghiraukan teriakan serta makian dari balik pintu, dilihatnya sejenak kotak kayu yang telah berdebu tebal. diusapnya kotak itu dan lalu terlihat sebaris tulisan yang sudah tidak asing.
perlahan dibukanya kotak kayu itu, dengan sedikit gemetar laki-laki itu mengambil isinya dan mulai mendekatkan ke pelipis kanannya. dia tutup matanya dan sejenak mengucapkan kata-kata lirih.
suara-suara dibalik pintu itu seakan-akan hilang tertelan oleh hening mata yang terpejam dan mulut yang mendesis lirih serta logam hangat yang bergerak melewati setiap inci rongga memori dan berakhir di pelipis kiri.
libur panjang di tengah minggu seharusnya menjadi saat yang sangat menyenangkan
saat dimana beban atas rutinitas sehari-hari seperti kerja dapat sedikit dikurangi
saat dimana anda-anda yang sudah berkeluarga dapat bersantai bersama keluarga
saat dimana ada banyak sekali waktu yang dapat dihabiskan untuk berpetualang
tapi libur panjang di tengah minggu juga adalah masalah serta musibah
saat dimana banyak hal kemudian tidak dapat dikerjakan dan terlantar
saat dimana hal-hal yang seharusnya beres menjadi tertunda dan berantakan
saat dimana kemudian membuat saya ingin berteriak dan mengumpat
kenapa kok sampai ada cuti bersama
reko-rekone sopo maneh iki
sontoloyo bin suloyo tenan
pagi hari ini cuaca cerah
saya kemudian pergi untuk mengunjungi seseorang
sudah lama tidak datang
walau sebenarnya tidak pernah bersua sebelumnya
ada sedikit aral itu biasa
walau kadang ragu datang tapi hati sudah memutuskan
maka semuanya diterjang
sampai kemudian saya pamit dan lalu berjalan pulang
setelah beberapa saat bercengkrama dengan anda
saya kemudian yakin bahwa rasa ini tidak berdusta
saya mau minta maaf kalau ada hal-hal yang kurang
untuk anda semua yang merasa, ya, untuk semuanya
untuk tole,
bagaimana kabarmu disana le
baik baik saja to…
gimana sekolahmu, lancar?
bapakmu ini le, cuma lulusan esde
kalau ibumu, dia agak lebih beruntung
dia sempat merasakan es em pe
walau tidak lulus, tapi lumayan lah
bisa agak bangga ditulis di kk
bapak pingin kamu sekolah tinggi
sekolah yang bener sampai selesai
sampai kemudian jadi orang gede
bapak tahu ongkosnya mahal sekali
tidak terjamah tangan kotor kami
tapi bapakmu ini boleh ngimpi khan
bahwa kelak kamu akan jadi loko
menarik aku, ibumu serta adik-adikmu
oh ya, adikmu itu
sekarang sudah hampir lulus es el be
katanya sudah bisa menulis namanya
walau cuma dua huruf terakhir
lumayan…
kamu sudah punya pacar belum
kalo belum punya ya ndak apa-apa
nanti saja kalo sudah punya duit sendiri
kalo memang sekarang sudah punya
dijaga yang baik dan jangan nggrathil
yang aman saja dan jangan dulu hamil
bukannya bapak tidak senang kamu hadiahi cucu
hanya saja kalau itu benar terjadi
bapak bingung…
bingung kalau tiba-tiba calon besan datang
menagih tanggung jawab cucu bapak
bukan bingung untuk ngomong serta nggeyel
kalo cuma itu, bapak sudah hapal rumusnya
tapi bapak bingung mau beli mas kawin pakai apa
lha wong sajadah ibumu saja bolong-bolong
sarung bapak juga ditambal karung gandum
kamu tahu le, bapakmu ini sedang terjepit
ibumu sakit dan beban ekonomi menghimpit
bukannya bapakmu ini ingin mempersulit
di surat ini bapak cuma mau ngomong
kalau ndak bisa ngirim uang bulan ini
karena memang sudah ndak ada lagi
bapak minta maap
karena harus memberimu beban ini
sing kuat yo le, sing sabar
bapak hanya bisa berdoa
supaya diberi kemurahan
kemurahan pendidikan
kemurahan kesehatan
dan kemurahan hidup
tertanda
bapakmu