terang

cahaya itu datang
memberikan terang
tak lagi bimbang
penuh kedamaian

 

doa…

dalam heningnya doaku padamu
engkau basuh aku dengan airmu
segenap jiwa dan raga yang semu
aku sujudkan semata hanya untukmu

 

…..

mata ini berbinar nanar
menatap keagunganmu tuhan
cahaya yang menyejukkan jiwa
menyusup ke dalam relung sukma

jiwa ini ingin tersentuh
batin ini ingin mengeluh
hasrat ini ingin bersimpuh
raga ini ingin engkau peluk

hamba yang bodoh dan pendek akal
hamba yang sombong dan congkak
hamba yang merasa iri dan dengki
hamba yang tidak berguna ini

berlutut dan bersujud kepadamu
untuk segala karunia yang tercurah
untuk segala cobaan yang menguatkan
untuk segala yang menjadikan aku seorang aku

 

maaf

tuhan…
jika diperkenankan
mohon maafkan saya

 

mereka dan maunya

aku teracuni lagi oleh nafsu paling memuakkan ini lagi
yang dulu pernah coba kuusir dengan segala apa yang ada
tapi lihatlah, mereka kembali lagi menggerogoti diri dan hati
memakan tiap jengkal jiwa dan karsa yang ada di dalamnya

hal-hal yang berlalu lalang itu semakin bertambah banyak
dan suara-suara di telinga ini juga semakin jelas terdengar
pada ujung pandangan mata ini mereka memperhatikanku
dan aku masih belum tahu apa yang mereka mau dariku

aku hanya berharap mereka bermaksud baik akan keadaan ini
tanpa berusaha merecoki dan membebani pundak yang berbeban
tapi memberikan simpati dan dorongan agar aku bisa bangkit lagi
menggapai matahari, bulan dan segala keindahan akan keyakinan