Archive for July, 2006

****

italy

selamat untuk italia yang memenangkan piala dunia 2006
mulai sekarang akan ada 4 bintang di logo timnas italia

jogja-ceria

seharian ini saya tidak pergi kemana-mana. rencana untuk nglayap ke solo juga akhirnya tertunda setelah dana yang sudah disiapkan menguap begitu saja tanpa tahu kemana. tapi kekecewaan itu terobati setelah login di y!m dan zam van matriphe mengetuk pintu untuk bercengkrama. tak berapa lama kemudian dibuat ruang konferensi dengan tambahan dipto van maverick dan thuns van elzan. ngobrol ngalor ngidul masalah proyek jogja-ceria dengan diwarnai selingan guyon-guyon saru dan lucu yang mengobati rasa suntuk.

eng ing eng…
lalu masuklah moniq van chocoluv, dan omongan menjadi semakin saru, eh, seru. ditambah lagi dengan kehadiran dian van tjahaju yang menambah suasana semakin membara dengan acara lempar-melempar pisau antara zam dan dipto, sun-sunan antara saya dengan dian, sampai jawil-jawilan antara saya dengan moniq :-P *sing elek-elek ben kanggo zam karo dipto wae…*

intinya salam kenal untuk semua dan jangan percaya begitu saja dengan apa yang saya tulis diatas barusan :-D
(more…)

keycode ala thuns van elzan

thuns van elzan

malam ini saya berkesempatan untuk ngobrol karo sing mbahurekso elzan.com.
ini kali kedua saya berjumpa dan bercengkrama dengan komendan thuns van elzan dalam suasana penuh dengan tekanan :-P

dalam pada kesempatan tersebut, saya belutut dan menjura sembari memohon-mohon belas kasihan beliau untuk dengan berat hati sudi memberikan source code paling populer di blog elzan.com the keycode.

setelah dengan segala bujuk rayu, ancaman dengan clurit di leher serta tawaran untuk memberikan teman kencan short time, akhirnya komendan luluh hatinya dan dengan agak-agak rela mau melepas kode-kode wasiat tersebut kepada hamba.

langsung saja diuthek-uthek dan dipasang di blog ra mutu ini dan akhirnya tampil juga keycode ala thuns van elzan.

matur nuwun ya ndan…

mirc kini

mirc

ketika jaman-jaman dulu kenal internet, salah satu program ngobrol paling favorit dan yang paling digilai adalah mirc. program chatting pertama yang dikenalkan di komputer2 warnet dan dipakai oleh beribu-ribu user dalam berbagai server dan yang paling terkenal adalah server dalnet.

pada masa-masa keemasan mirc itu, chatting menjadi buah bibir di berbagai media dan menjadi kegiatan rutin bagi orang2 yang tiap hari ngendon di warnet. dengan berbagai alasan mereka rela untuk njereng mata berjam-jam di depan layar komputer sambil sesekali nguya-nguyu dewekan koyo wong edan.

saat itu, obrolan santai menjadi kegiatan yang menyenangkan karena pokok inti dari adanya mirc adalah untuk ngobrol. kadang-kadang ngobrol di satu channel dengan berbagai user atau kadang mojok dengan seseorang.

topik obrolanpun bermacam-macam, dari yang ece-ecenan, guyon cekakaan sampai gojek ra karuan dan semuanya berlangsung dengan hangat tanpa ada bermacam-macam larangan atau pantangan dari si pemilik channel.

waktu nulis postingan ini, saya iseng-iseng mencoba lagi mirc dan join #semarang setelah beberapa tahun lamanya saya tidah chatting menggunakan mirc.
dan banyak hal sudah berubah, channel-channel lokal sekarang hanya menjadi ajang game tebak kata yang menurut saya sangat wagu dan tidak mutu.

kehangatan dan keceriaan obrolan santai telah hilang dengan munculnya deretan baris-baris pertanyaan dengan warna-warni yang bersliweran yang membuat saya mumet sendiri. ada begitu banyak user dan mereka hanya diam dan menjawab soal game yang diberikan tanpa ada satupun yang ngobrol.

dan kebebasan juga terpasung dengan banyaknya aturan yang begitu kita melanggar, akan terasa sakit di pantat karena kena tendangan dari ops, dan yang lebih sadis, ada acara di banned segala. edan meneh iki… dan ops dan voice sekarang sangat arogan dan tidak kooperatip.

jujur saja, saya jadi rindu dengan masa lalu itu. masa dimana mirc pernah menjadi tempat yang hangat untuk meluangkan waktu untuk ngobol dengan seseorang yang tidak kita kenal. obrolan santai tanpa harus dibatasi dengan aturan2 yang memasung kebebasan.

melanglang vs uang

rencana itu sudah tersusun dengan matang
kemana diri dan jiwa ini akan melanglang
tapi apa daya, aku sedang tidak punya uang
dan rencana itu terpaksa ditata ulang

:-(