karena saya merasa televisi sekarang menampilkan begitu banyak suguhan informasi, sayapun terkontaminasi informasi mengenai uan alias ujian akhir nasional.
jika cewek yang satu ini mengklaim bahwa dianya sudah lulus sma, ternyata ada buanyak anak anak sma yang tidak lulus sma.
mereka berunjuk rasa mengenai kenyataan pahit sebuah kehidupan, tidak lulus sekolah, sebuah kenyataan yang cukup menyakitkan untuk anak sekolah dengan bayangan akan masa depan yang terbentang begitu gersang di depan sana.
saya sendiri tidak tahu berapa batasan nilai untuk dapat lulus sekolah pada saat ini, juga apakah nilai tersebut adalah rata-rata atau per mata pelajaran, tapi yang jelas dengan banyaknya murid yang tidak lulus mengindikasikan bahwa uan kali ini merupakan sebuah kejutan yang maha dasyat bagi generasi muda sekarang.
jika jaman saya dahulu, sekolah dihabiskan dengan ngalor-ngidul tidak karuan dan belajar asal-asalan. karena setahu saya jaman dahulu semua anak kelas tiga pasti lulus, entah mau dapat nem berapapun.
ulangan dilalui dengan ngepek atau nyonto teman yang statusnya juga tidak bisa nggarap, jadi ya podo-podo gobloke, podo podo nyontone.
ebtanaspun dihabiskan untuk begadang mencari bocoran, ngga perlu belajar…
untuk urusan keuangan, alasan masuk sekolah negeri dulu adalah karena bebas uang pangkal alias uang gedung. cukup bayar spp per bulan dan bisa sekolah dengan tenang.
kalo sekarang… sekolah sampai mumet mikir biayanya.
bayangkan saja, ponakan saya yang tk dan akan naik sd, ketika penerimaan sekolah sd masih bulan juli, pada bulan februari sudah disodori biaya sekolah sd plus spp bulan juli.
saya cuma berharap semoga kejutan ini membawa hasil yang lebih baik bagi generasi muda penerus bangsa. dengan semakin tinggi tingkat kualifikasi akan menghasilkan hasil yang jauh lebih baik dari jaman saya dulu.

