Archive for May, 2006

indosat free talk

dengan adanya program free talk dari indosat mulai jam 00.00 sampai 05.00, saya mulai mengalami dampak yang ditimbulkannya.
telpon yang biasanya sudah tidur pulas pada pagi hari mulai sering berdering dan membuat pusing.
kalau pas masih terjaga sih oke-oke saja, lha kalau sudah tertidur pulas trus tiba-tiba terganggu dering ponsel… wasyèng

tawangmangu

menyambung postingan tanggal 5, hari ini saya kembali nglayap dan kali ini tujuannya tawangmangu.
sebenarnya sudah lama ada rencana untuk nglayap ke tawangmangu, tapi karena ada sesuatu hal, rencana ke tawangmangu sempat tertunda-tunda beberapa kali.

hari ini, walaupun bangunnya agak kesiangan, tapi tetap semangat.
berangkat dari rumah jam 8 pagi dan langsung tancap gas.
perjalanan berangkat ditemani oleh cuaca yang sangat cerah, matahari bersinar terang dan semuanya kelihatan lancar.
(more…)

upgraded to 2.0.2

done!

prei nglayap

sudah lama saya tidak nglayap.
terakhir saya nglayap tanggal 16 april ke ketep dan parangtritis.
beberapa hari ini saya masuk angin, awak téng greges, irung mèlèr karo awak rosone pegel linux.

membaca postingan sodara dipto dan komentarnya di blog ini, saya tergugah untuk kembali mencium udara penuh solar, angin yang membawa samber moto serta panasnya mentari yang membuat keringat itu mengucur membasahi dahi.

saya rindu…
saya kangen…
saya mau itu…

vegs

entah sudah beberapa hari atau minggu bahkan bulan saya tidak lagi makan daging alias vegetarian.
sekedar berawal dari keinginan yang kemudian terbawa-bawa dalam mimpi dan akhirnya terwujud juga sampai sekarang ini.

menurut saya, tidak ada yang sulit untuk jadi vegetarian, yang sulit justru waktu harus cari makanan waktu sore hari.
kalau hanya tidak makan daging, telor dan susu itu gampang karena trainingnya sudah dari saya kecil.
makan nasi plus tahu tempe dengan sedikit sambel sudah menjadi hal yang sangat lumrah dalam keseharian kehidupan masa kecil saya.

saat ini warteg dan warung tenda langganan yang jadi teman setia, tapi kemudian menjadi bosan dengan makanan yang itu-itu saja.
saya bukannya kangen makan daging, tidak, saya masih setia dengan pilihan ini yang entah sampai kapan akan saya jalani.
hanya saja, semakin saya jalani, saya semakin menyadari begitu banyak nyawa yang harus berkorban untuk memenuhi selera perut kita.