ngidul
menindaklanjuti tulisan sodara pepeng dan informasi seorang teman yang asli magelang, hari ini saya nglayap ke ketep.
saya naik dari magelang dan tanjakannya terasa neter karena jalannya lurus ke atas, beda dengan dieng yang dibuat berkelok-kelok ke kanan dan kekiri sehingga terasa gak ringan buat motor.
sampai di ketep jam 9 pagi dan ternyata langit sedang mendung dan si merapi yang diinformasikan siaga 3 ternyata terselimuti awan dan tidak menunjukkan raut wajah marahnya.
karena hari minggu, disana ada anak-anak smp dari daerah barat yang lagi plesir.
saya tidak tahu nama daerahnya tapi yang saya tahu bahasanya ngapak-ngapak, jadi saya simpulkan mereka dari daerah barat ![]()
pulang dari ketep, perjalanan dilanjutkan ke parangtritis.
setelah hanya sempat mengambil beberapa gambar, baterai kamera habis.
sebenarnya indikator batarai habis sudah ketahuan dari ketep, sudah dicoba irit-irit dengan tidak pakai lampu blits tapi tetep juga akhirnya kehabisan waktu sampai di parangtritis.
setelah berpanas-panas sampai hitam, diputuskan untuk segera pulang karena mendung semakin menghitam dan berdasarkan pengalaman nglayap yang lalu, kalau pulang terlalu sore pasti akan terjebak hujan.
kira-kita 350 km semarang - ketep - parangtritis - semarang.
tangan terasa pegel linux dan saatnya untuk ngaso
minggu depan kemana lagi ya?
May 3rd, 2006 at 8:14 pm
[…] sudah lama saya tidak nglayap. terakhir saya nglayap tanggal 16 april ke ketep dan parangtritis. beberapa hari ini saya masuk angin, awak téng greges, irung mèlèr karo awak rosone pegel linux. […]
May 19th, 2006 at 6:08 am
[…] saya sebenarnya sudah ngiler sekali untuk datang ke merapi, setelah sebelumnya sempat datang ke ketep untuk melihat merapi tapi ternyata tidak kelihatan karena ditutupi awan. […]