Archive for April, 2006

anjangsana

melanjutkan postingan sebelumnya, beberapa hari ini saya beranjangsana ke rumah/kos/kontrakan teman-teman lama.
satu persatu saya sambangi sambil mengingat-ingat apa yang pernah kita alami waktu-waktu dulu.

satu hal yang jadi perhatian saya, mereka itu telah bertambah GEMUK alias lemu
saya merasa kok hanya saya saja yang tetep kurus seperti dulu kala…

teman lama

akhir-akhir ini saya rindu dengan masa lalu
masa yang saya pernah lalui dengan teman-teman yang pernah hadir dan berbagi cerita
teman-teman yang pernah menyemarakkan cerita kehidupan masa lalu saya

hari ini saya kembali membuka koleksi cerita lama itu
kemudian merangkainya satu persatu menjadi jalinan komunikasi
tali silaturahmi itu saya rajut kembali bersama dengan kata “apa kabarnya sekarang”

teman smp, sma, kuliah
mereka sudah berkarya dengan selera dan cita karsanya masing-masing
mencari penghidupan dan menjalin hubungan

teman, apa kabarmu
bagaimana dan dimana sekarang
kapan-kapan, saya harap kita dapat bersua dan saling bertatap muka

kita ini sakit?

gunung meletus…
kecelakaan…
tanah longsor…
banjir…
busung lapar…
apa lagi???

republik bbm

setelah adanya isu pencekalan acara republik bbm, tadi malam saya melihat acara republik bbm yang menurut saya beda dari biasanya.

untuk episode kali ini yang dibahas adalah masalah penghematan dengan dilakukannya fit and proper test untuk “menpanas” atau menteri penghematan nasional.

acara republik bbm kali ini benar-benar garing, tidak ada humor lepas sperti biasanya dan banyak hal-hal yang seakan-akan ditahan alias tidak dikeluarkan seperti biasanya.

sang wakil presiden, bapak ucup kelik yang biasanya ndagel dengan kata-kata lucu, kali ini hanya diam saja disamping sang penasehat presiden. benar-benar tidak ada joke-joke segar yang bisa membuat ngakak sekaligus menyindir.

ngidul

menindaklanjuti tulisan sodara pepeng dan informasi seorang teman yang asli magelang, hari ini saya nglayap ke ketep.
saya naik dari magelang dan tanjakannya terasa neter karena jalannya lurus ke atas, beda dengan dieng yang dibuat berkelok-kelok ke kanan dan kekiri sehingga terasa gak ringan buat motor.
sampai di ketep jam 9 pagi dan ternyata langit sedang mendung dan si merapi yang diinformasikan siaga 3 ternyata terselimuti awan dan tidak menunjukkan raut wajah marahnya.
karena hari minggu, disana ada anak-anak smp dari daerah barat yang lagi plesir.
saya tidak tahu nama daerahnya tapi yang saya tahu bahasanya ngapak-ngapak, jadi saya simpulkan mereka dari daerah barat :-P
pulang dari ketep, perjalanan dilanjutkan ke parangtritis.
setelah hanya sempat mengambil beberapa gambar, baterai kamera habis.
sebenarnya indikator batarai habis sudah ketahuan dari ketep, sudah dicoba irit-irit dengan tidak pakai lampu blits tapi tetep juga akhirnya kehabisan waktu sampai di parangtritis.
setelah berpanas-panas sampai hitam, diputuskan untuk segera pulang karena mendung semakin menghitam dan berdasarkan pengalaman nglayap yang lalu, kalau pulang terlalu sore pasti akan terjebak hujan.

kira-kita 350 km semarang - ketep - parangtritis - semarang.
tangan terasa pegel linux dan saatnya untuk ngaso
minggu depan kemana lagi ya?