Come Clean

Bag is packed, mind is stacked
The journey began today
Lets fly and flash away

Not Fit In

I have tried
But seems that I’m not fit in

Pertiwi

Lihat Bu! Airnya naik semakin tinggi
Sudah tiada lagi tepat kering yang dapat ku pijak
Bahkan bapakpun hanya kelihatan kepala dan pundak

Lihat Bu! Mentari menyengat begitu kuat
Peluh tersiram debu yang begitu pekat
Membuat penyakit asmaku kumat

Kenapa akhirnya harus seperti ini Bu?
Kenapa linangan air matamu tak juga membuat kami terharu?
Apakah Ibu harus marah dahulu baru kami mengerti dan tahu
Bahwa begitu berat untuk menggendong kami di atas punggungmu

Hari

Kepada fajar kubawakan surya
Hangat terang yang membuka mata
Kepada senja kubawakan bulan
Sejuk temaram dalam buai dekapan

Pria Kemayu dan Wanita Tangguh

Dari tahun ke tahun, semakin senèwen memikirkan tayangan di televisi yang sudah sedari dulu tiada pernah menunjukkan kegairahan. Keseragaman tontonan selalu menjadi pilihan paling gampang demi rating untuk dapat meraup iklan sebanyak mungkin. Salah satu yang sedang populer saat ini adalah kontes-kontesan yang diyanagkan berjam-jam dengan beragam komentator dan juri.

Postingan ini tidak bermaksud untuk membahas masalah tersebut di atas, tapi ada hal yang menggelitik saya yaitu budaya pria-pria kemayu di televisi dan wanita-wanita tangguh.

Dalam beberapa tahun ini, tayangan di televisi banyak sekali di dominasi oleh perilaku pria yang kemayu atau menyerupai polah tingkah perempuan. Dan celakanya tidak hanya beberapa acara di beberapa stasuin televisi saja, tapi hampir ke semua acara dan pada semua stasiun.

Pria yang kemayu menjadi komoditas hiburan yang mulai diterima dan diamini sebagai salah satu pilihan hiburan yang menyenangkan sekaligus lucu yang kemudian berbondong-bondong stasuin televisi mengangkatnya dalam berbagai acara mulai dari infotainment sampai komedi.

Sepengetahuan saya, peran banci di layar dipopulerkan oleh Didi Petet sebagai Emon dalam Catatan Si Boy. Selain itu ada sosok Kabul yang mempopulerkan sosok laki-laki berpenampilan wanita sebagai Tessy dalam grup lawak Srimulat.

Bedanya, Tessy adalah laki-laki yang berpakaian wanita tapi pria kemayu itu laki-laki yang berperilaku seperti wanita. Tessy adalah sosok pria tulen yang berbicara dan bertindak seperti halnya laki-laki hanya saja berbalut busana wanita tetapi pria-pria kemayu itu berbalut busana laki-laki keren tapi… mbancèni.

Peran Tessy menciptakan humor dengan menjungkirbalikkan persepsi kita akan sosok lali-laki dan sosok perempuan dalam satu kesatuan peran yang kemudian tercipta humor sedangkan pria-pria kemayu itu… silahkan simpulkan sendiri.

Disetiap tayangan pria kemayu, umumnya hadir juga wanita tangguh sebagai penyeimbang. Sosok wanita yang lebih dewasa dan lebih bijaksana. Saya tidak mengatakan bahwa laki-laki lebih dewasa dan bijaksana dari pada wanita, tapi pada konteks acara televisi yang menyuguhkan pria kemayu dan wanita tangguh.

Saya tidak hidup di ibukota dan sama sekali tidak bersinggungan dengan dunia hiburan dan televisi yang kemudian membuat tulisan saya menjadi valid dan dapat dipertanggung jawabkan, hanya saja saya kemudian melihat bagaimana kodrat jenis kelamin telah terjungkirbalikkan, disukai dan dipertontonkan serta kemudian menjadi komoditas yang diasupkan ke dalam otak generasi penikmat televisi.

Selamat datang di Indonesia.