❊ Bapak
  •   ☼  August 18th, 2013

Sugeng kundur bapak…
Sugeng istirahat…

❊ Ketika Opor Sudah Tidak Lagi Istimewa
  •   ☼  August 10th, 2013

Beberapa waktu yang lalu, saya berada di antara pembicaraan antara bapak-bapak berusia antara 46 – 56 tahun yang bercerita tentang kota Semarang jaman dahulu dan keadaan-keadaan di masa mereka kecil. Diceritakan, jaman dahulu rumah-rumah tidak serapat sekarang dan antara rumah yang bersebelahan terdapat “lengkong” karena rumah tidak dibangun selebar tanah kapling.

Diceritakan pula bagaimana susahnya keadaan jaman dulu di mana setiap hari makan sayur dan makan telur saja sebuah kemewahan yang tiada tara. Bapak yang satu bercerita kalau makan telur tidak mesti seminggu sekali dan karena saudaranya banyak, ibunya menggoreng satu butir telur dengan sangat tipis sehingga jadi lebar dan bisa dibagi dengan saudara-saudaranya. Bapak yang satu bercerita kalau orang tuanya menggoreng telur yang dicampur parutan kelapa supaya jadi banyak dan cukup untuk seluruh keluarga.

Pengalaman makan daging ayam adalah salah satu puncak kemawahan yang bisa dinikmati bapak-bapak tersebut ketika mereka masih kecil, dan mendapatkan sesuwir daging “ingkung” dari acara selamatan adalah hal yang sungguh sangat luar biasa. Kemewahan sederhana dalam keprihatinan yang diceritakan tanpa raut muka sedih, semua adalah kegembiraan pada masa itu dan mengenangnya membuat mereka menikmati setiap waktunya.

Kemudian salah satu bapak mengeluh, bagaimana anak-anak sekarang, makan telur dan daging saja sampai bosan.

Kembali ke masa sekarang, membaca sosial media seputar hari raya dan bagaimana makanan berat dan ringan berlimpah sampai banyak yang ngetweet kalau mereka sampai bosan makan opor ayam dan sambel goreng yang umum dimasak ketika lebaran tiba, saya jadi teringat kelihan bapak-bapak yang saya ceritakan di atas tadi.

Jaman sudah berganti dan keadaan sekarang mungkin dalam beberapa hal sudah lebih baik dibandingkan dengan jaman dulu. Berbagai jenis makanan tersedia dan bisa diperoleh dengan mudah seiring dengan kemajuan teknologi dan perdagangan.

Sosial media memang tidak mewakili sebagian besar masyarakat, hanya yang mampu membeli perangkat dan menggunakan yang akan terhubung dengan lingkungan sosial media, yang beberapa dari mereka bercerita kalau bosan makan opor dan sambel goreng. Sebagian lagi yang tidak terhubung di sosial media mungkin masih sangat menikmati nikmatnya opor ayam dan sambel goreng ati yang mungkin malah hanya mereka nikmati kalau hari lebaran tiba.

Apapun itu, semoga semuanya bergembira di hari raya dan menikmati apa yang ada.

❊ Serah
  •   ☼  July 24th, 2013

Engkau hanya perlu berbakti kepadaKu…
Maka masalahmu adalah masalahKu…
Dan dalam setiap keraguanmu…
Ingatlah betapa kau terjaga dari lelapmu…
Hanya karena Aku menghendaki itu…

❊ Surya Setia
  •   ☼  June 22nd, 2013

Surya masih saja tampak setia…
Menggaris ufuk dan menenggelamkan cakrawala…
Menciptakan fajar dan senja-senja serta bokeh lampu-lampu kota…

Kadang dia dengan senang hati bercanda…
Bermain mata dengan tirta dan mencipta bianglala…

Pagi yang sempurna…? Entahlah…
Setidaknya kita masih bisa terjaga dan menikmatinya…

❊ Blackberry
  •   ☼  February 28th, 2013

Blackberry… atau yang biasa saya sebut dengan blekberi, sampai saat ini masih menjadi hal yang sangat asing bagi saya.

Seumur hidup saya, di tengah kemegahan dunia digital yang nadi serta venanya terbuat dari kabel optik yang terbentang di tubuh bumi, yang detak jantungnya mengalirkan jutaan bahkan miliaran paket informasi ke segala pelosok penjuru benua yang berakhir dalam genggaman masing-masing kita, saya belum pernah punya Blackberry.

Lahir dan besar di negeri yang diklaim sebagai negeri Blackberry, di mana berjuta-juta tangan penduduknya menggenggam, kepalanya tertunduk seraya matanya menatap kaca berpendar dan ibu jarinya bergerak lincah menyusuri papan kunci qwerty, belum membuat saya menjadi warga negeri Blackberry yang baik.

Saya menyukai teknologi, dari ketika sekeping sirkuit terintegrasi berinti tunggal sampai dengan inti ganda membuat barisan angka di layar 14 inci di atas meja, sampai membuat seseorang yang begitu jauh menjadi begitu dekat melalui layar selebar 4.2 inchi yang terhubung pada gelombang tak kasat mata yang mengalir begitu cepat dan deras dengan membawa suara, citra diam dan bahkan citra bergerak.

Saya menyukai design, dan kreativitas design telah mengevolusi perangkat komunikasi dari sebesar koper menjadi segenggaman tangan selebar 2.58 inci dan jarak antara telinga dan mulut direpresentasikan dalam ketinggian 5.12 inchi. Dan ketika design mengimbas pada estetika, dan tebal perangkat juga dijaga pada 0.35 inchi yang menghasilkan berat yang hanya 137.5 gram.

Selalu ada hal baru dalam perkembangan teknologi perangkat komunikasi selular, dan selalu ada saat pertama kali dalam hidup, dan belum pernah punya Blackberry bukan berarti saya tidak mau menjadi warga negeri Blackberry yang baik. Dan menjadi warga negeri Blackberry yang baik tidak musti harus membeli, karena bisa jadi dari juri yang lupa diri dan berbaik hati.

❊ Sembilan
  •   ☼  February 14th, 2013

Banyak yang berubah sejak sembilan tahun yang lalu…
Banyak masalah sudah terlewati dan terselesaikan…
Banyak kegembiraan yang singgah dan menceriakan…
Semoga tahun-tahun mendatang selalu lebih baik…

❊ Angin
  •   ☼  January 19th, 2013

Manusia berubah secepat angin…
Berhembus kuat ke satu arah…
Namun sekejap kemudian berubah…
Hanya kenangan yang abadi…

❊ Keras Hati
  •   ☼  January 19th, 2013

Kadang hati menjadi begitu keras…
Bahkan permohonan sekalipun…
Tak dapat melunakkannya…
Lalu dimana kasih…

❊ 2013
  •   ☼  January 1st, 2013

Kita sudah merasakan sebanyak umur kita…
Selalu pada tanggal dan waktu yang sama…
Tiada pernah bosan kita menunggunya tiba…

Selamat tahun baru 2013 untuk semua…
Semoga tahun lalu memberi pelajaran berharga…
Dan tahun ini tercapai segala angan dan cita…

Yang kuliah segera lulus dan wisuda…
Yang nganggur segera mendapat kerja…
Yang sendiri menemukan belahan jiwa…

p5rn7vb
❊ Arti
  •   ☼  December 28th, 2012

Karena engkau hanya hidup sekali…
Setidaknya di kehidupan yang ini…
Maka buatlah sesuatu yang berarti…